Inilah Penyebab Kerasnya Hati Yang Mesti Kita Hindari




KabarMakkah.Com – Hati adalah organ tubuh yang memiliki kedudukan istimewa. Baik buruknya hati menjadi patokan bagi baik dan buruknya amalan seseorang. Maka seorang muslim dianjurkan untuk selalu menjaga hatinya agar terbebas dari segala macam penyakit yang selalu mengintai hendak hinggap. Seorang muslim dianjurkan untuk selalu menjaga hatinya agar tetap lembut sehingga ia mudah menerima hidayah.

Penyebab keras hati

Namun demikian, menjaga hati bukanlah pekerjaan mudah. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan hati menjadi keras, yang diantaranya:

1. Banyak Tertawa

Inilah Penyebab Kerasnya Hati Yang Mesti Kita Hindari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi salam bersabda: “Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati”. (Shahih Adabul Mufrad).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wasalam pun tidak membiasakan dirinya untuk tertawa tapi hanya tersenyum. Sedangkan umat Islam sekarang ini lebih banyak tertawa daripada menangis. Bahkan tertawa terbahak-bahak hingga memukul-mukul diri. Tertawa seperti ini adalah tertawa ala setan yang sangat dilarang oleh agama. Tertawa seperti inilah yang dapat membuat hati menjadi keras.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi salam bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Adabul Mufrad)

Maksudnya jika kita mengetahui apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wasalam ketahui tentang kehidupan akhirat kelak, tentang pedihnya adzab yang harus diterima jika kita menjadi pendosa, maka kita akan banyak menangis dibanding tertawa.

Kita akan sibuk menangisi dosa-dosa dan kesalahan kita yang sudah terlanjur tercatat dalam buku catatan amal. Kita akan disibukkan dengan meminta ampunan kepada-Nya atas dosa-dosa dan kesalahan yang telah diperbuat selama ini. Lalu bagaimana kita bisa tertawa, padahal kita belum mengantungi tiket kebebasan dari dahsyat dan pedihnya siksaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Islam menganjurkan umatnya untuk banyak tersenyum bukan tertawa. Dan senyum itu pun berupa senyum tulus yang diberikan seseorang kepada saudaranya, baik saudara sedarah maupun saudara seagama. Bukannya senyum yang diberikan seorang akhwat kepada ikhwan non muhrim dengan maksud untuk menggoda.

2. Banyak Makan

Penyebab Kerasnya Hati Yang Mesti Kita Hindari



Banyak makan adalah salah satu faktor penyebab kerasnya hati. Seseorang yang banyak makan, berarti telah diperbudak oleh nafsu perutnya.

Dengan memperbanyak makan akan membuat tubuh mudah terserang penyakit, malas dan sulit untuk berpikir. Rasulullah pun memberikan keterangan dalam hadistnya tentang buruknya memperbanyak makan.

“Tidak ada wadah yang paling buruk yang diisi manusia selain perutnya. Cukuplah seorang anak Adam makan beberapa suap makanan saja yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika memang ia harus mengisi perutnya maka hendaklah ia mengisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas" (HR At Tirmidzi)

3. Berbicara Dengan Berlebihan

Penyebab hati yang keras

Berbicara secara berlebihan memiliki dampak pada kerasnya hati. Ini karena lidah akan memiliki hubungan langsung dengan hati. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda, “Tidak akan lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya.” (HR Ahmad)

Sehingga cukup jelas mengapa Rasulullah menganjurkan kepada umatnya agar berkata benar atau memilih untuk diam seperti hadist berikut.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang benar atau diam.” (HR Bukhari)

4. Penuh Dosa Dan Maksiat

Inilah penyebab kerasnya hatiPenyebab hati menjadi keras selanjutnya adalah karena bnyaknya dosa dan maksiat yang diperbuat, entah itu dosa yang besar ataupun yang kecil sekalipun.

“Sekali-kali tidak (demikian). Sebenarnya apa yang mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS Al Muthoffifin 14)

Penjelasan ayat tersebut tertuang dalam hadist Rasulullah dari Abu Hurairah

“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat) maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan (Ar raan) yang Allah sebutkan dalam firmanNya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian) sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka” (HR Tirmidzi)

5. Berteman Dengan Teman Yang Buruk

Keras hati yang mesti kita hindariKerasnya hati juga disebabkan karena memiliki teman yang buruk. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya seraya berkata ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. ‘Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Quran itu telah datang kepadaku dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia” (QS Al Furqan 27-29)

Demikian besar pengaruh persahabatan terhadap kerasnya hati sehingga akan menjadi penyesalan ketika penghisaban dilaksanakan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun memberikan wasiat dalam hadistnya

“Seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud)

Demikianlah lima penyebab hati menjadi keras. Kerasnya hati akan menjadikan kita sulit untuk menangis dan takut akan adzab Allah sehingga kita tidak sadar telah berbuat maksiat kepadaNya.

Hindarilah kelima penyebab kerasnya hati tersebut agar Allah memberikan kebaikan dalam kehidupan yang kita jalani.