Jihad Yang Paling Afdhol Itu Bernama “Haji”

Diposting pada

Ibadah haji itu ibadah yang paling sulit dan rumit di antara ibadah-ibadah yang lainnya. Pelaksanaan Ibadah haji itu bukan saja jihad bagi pelaksanaanya, tetapi juga penyelenggaranya. Ibadah Haji adalah sebuah proses ibadah yang harus mengerahkan semua harta benda, jiwa dan raga, bahkan mental-pun tersita habis.

Menunaikan ibadah haji itu sama dengan berjuang dijalan Allah SWT (Jihad fi Sabilillah). Setiap orang yang menunaikan ibadah haji itu berarti dosa-dosa yang pernah dilakukan akan dihapus oleh Allah SWT. begitulah penjelasan Rasulullah SAW kepada Amr Ibn Al-Ash ra “sesungguhnya haji itu melebur dosa-dosa sebelumnya (HR Muslim).

Begitulah cara Allah SWT meng-istimewakan hamba-Nya yang mau memenuhi panggilan-Nya di tanah suci Makkah untuk melaksanakan rukun islam yang ke-lima.

Jihad Yang Paling Afdhol Itu Bernama "Haji"

Rasulullah SAW pernah berkata “jihadnya orang-orang tua, lemah, dan anak kecil wanita adalah menunaikan ibadah haji dan umrah” ( HR. Al-Nasai”). Artinya, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah itu benar-benar harus mempersiapkan fisik, manteri, bahkan mentalnya. Sebab, orang yang berangkat ke tanah suci Makkah, seolah-olah perjalanan menuju akhirat.

Dalam sebuah kisah, seorang wanita nenek dari Usman Ibn Sulaiman berkata:” suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW, lalu berkata “aku pingin jihad di jalan Allah SWT (berperang), lalu Rosulullah SAW bersabda: “bukankan telah aku tunjukkan jalan kepada kalian seputar jihad (perang) tanpa menggunakan senjata? Laki-laki itu menjawab “betul wahai Rosulullah!. Kemudian Nabi SAW berkata “haji ke baitullah” (HR Abu Dar Al-Harwi).

Bahkan, haji mabrur adalah jihad yang afdhol. Buktinya adalah dari penjelasan hadits-hadits berikut ini. Semoga bermanfaat dan semakin mendapat spirit dan lebih interested untuk berhaji.

Dari Abu Hurairah radhihallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ;جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama (afdhol) adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Haji disebut jihad karena di dalam amalan tersebut terdapat mujahadah (jihad) terhadap jiwa.”

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Haji dan umroh termasuk jihad. Karena dalam amalan tersebut seseorang berjihad dengan harta, jiwa dan badan. Sebagaimana Abusy Sya’tsa’ berkata, ‘Aku telah memperhatikan pada amalan-amalan kebaikan. Dalam shalat, terdapat jihad dengan badan, tidak dengan harta. Begitu halnya pula dengan puasa. Sedangkan dalam haji, terdapat jihad dengan harta dan badan. Ini menunjukkan bahwa amalan haji lebih afdhol’.”

Masih membincangkan ke-istimewaan jamaah haji sebagai duta Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda:” duta Allah (utusan-Nya) itu ada tiga orang (1) orang yang berperang di medan perang (2) orang yang menunaikan ibadah haji (3) orang yang menunaikan ibadah umrah (HR Al-Nasai).

Dengan begitu, apa yang mereka minta niscaya Allah SWT kabulkannya, karena mereka datang ke tanah suci semata-mata ingin memenuhi panggilan-Nya, bukan untuk yang lainnya. Doa orang yang sedang menunaikan ibadah haji itu pasti dikabulkan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda : “5 doa yang tidak akan ditolak, doa orang yang menunaikan ibadah haji sampai kembali, doa orang sedang berperang (jihad) sampai dia kembali, doa orang yang teraniaya sampai dia mendapatkan pertolongan, doa orang yang sakit sampai dia sembuh, doa seseorang terhadapa saudaranya yang tidak ada (jauh)”

Beruntung sekali orang yang sering meminta di doakan oleh jamaah haji yang sedang menunaikan ibadha haji di Makkah. Sebagai tamu Allah SWT, mereka memiliki ke-istimewaan yang tidak dimiliki orang lain.

Inilah yang menunjukkan keutamaan haji, yaitu haji yang mabrur. Sungguh mulia sekali jika seseorang mampu menunaikannya di saat memiliki kemampuan. Jihad tentu saja memang butuh perjuangan. Di negeri kita, mungkin saja harus mengantri sampai bertahun-tahun, ada yang bisa sampai 10 tahun untuk bisa berangkat haji. Inilah jihad, inilah perjuangan, inilah mujahadah. Butuh kesabaran. Butuh perjuangan. Butuh menghadapi kerasnya iklim haji, dengan cuaca yang terik, bersesakkan dan sebagainya.

Ya Allah, mudahkanlah kami semua untuk menunaikan jihad yang afdhol ini dengan segala kemudahan.

Loading...