Begal Merajalela, Tanda Akhir Zaman?

Diposting pada

Merampok atau begal dalam hukum Islam dinamakan dengan tindakan harobah. Ulama fiqih mengistilahkan pula dengan qot’uth thoriq. Yang dimaksud adalah tindakan merampas harta orang lain atau membunuh atau meneror dengan jalan mengumumkan dengan terang-terangan, dengan memamerkan kekuatan dan saat itu tak ada yang bisa menolong.

Istilah di atas sama dengan istilah begal atau perampokan kejam yang sampai mengancam dengan pedang hingga memakan korban. Itulah yang belakangan ini terjadi di beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya. Santer terdengar berita tentang begal adalah yang terjadi di Tangerang Selatan, bahwa seorang begal tewas dibakar massa.

Begal atau perampokan kini benar-benar merajalela dimana-mana. Bahkan kawanan begal tak segan-segan untuk membunuh korban. Aksi yang kerap dilakukan di malam hari dimana korban biasanya mengendarai motor sendiri dan terjadi di jalan-jalan sepi atau gang kecil. Dan itulah kini banyak meresahkan warga.

“Belum akan terjadi kiamat sehingga anak selalu menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat melimpah, orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka, anak-anak muda berani menentang orang tua serta orang jahat dan hina berani melawan yang terhormat dan mulia.” (HR. Asysyihaab).

Jelas, dari hadits di atas ada satu hal yang kita soroti dari bahasan utama kali ini, yaitu “Kaum penjahat melimpah”.  Zaman sekarang sudah banyak para penjahat: koruptor, pembunuh, perampok dan sudah merajalela.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ya Abu Hurairah, akan datang suatu masa sekiranya kamu  hidup sebentar saja pada saat itu, kamu akan menyaksikan orang yang membawa sesuatu seperti seekor lembu jantan di tangannya. Maksudnya mereka akan membawa  sesuatu dari kulit di tangan mereka seperti cemeti (cambuk). Mereka akan keluar pagi-pagi sekali untuk mencelakakan manusia sambil mendurhakai Allah, dan ia berada dalam kemurkaanNYa. Mereka keluar pada pagi hari dengan membawa cemeti di tangan mereka seraya membelakangi jalan Allah dan NabiNya, mendurhakai Allah, dan menentang NabiNya. Ketika mereka kembali pada malam hari, Allah jijik kepada mereka. Orang-orang itu sendiri mengaku beragama Islam”.

Belasan Abad yang lalu, Nabi SAW memberikan sebuah isyarat kepada Abu Hurayrah tentang orang-orang seperti itu yang akan datang tidak lama setelah masanya. Meskipun Nabi SAW tahu bahwa orang-orang itu akan muncul pada akhir zaman.

Bertahun-tahun setelah Abu Hurairah meninggal, beliau menekankan bahwa akhir zaman itu tidak akan lama lagi. Sabda Nabi, sekiranya kamu hidup sebentar saja pada masa itu, “merupakan pentunjuk bahwa sebenarnya akhir zaman itu sangat dekat. Aku diutus menjelang kemunculan Hari Kiamat yang jaraknya seumpama dua jari ini.”

Loading...