Ahli Neurologi Inggris Ungkap Faedah Menghafal Al Qur'an dapat Menyehatkan Otak Sampai Usia Tua

Ahli Neurologi Inggris Ungkap Faedah Menghafal Al Qur'an dapat Menyehatkan Otak Sampai Usia Tua

Ahli Neurologi Inggris Ungkap Faedah Menghafal Al Qur'an dapat Menyehatkan Otak Sampai Usia Tua


Menghafal Al- Qur’an merupakan amalan ibadah yang berpahala besar.

Orang yang menghafal dan senantiasa menjaga hafalannya mempunyai derajat yang tinggi dan memiliki keutamaan di dunia dan akhirat. Sebab dari ingatan merekalah kemurnian Al- Qur’an terus terjaga.

Para penghafal Al- Qur’an adalah orang-orang terhormat yang mendapat penghargaan khusus dari Nabi dan mendapat predikat sebagai Ahlullah (orang-orang yang dicintai Allah) yang ada di atas bumi.

Selain mendapatkan syafaat, di padang mahsyar para penghafal Al- Qur’an juga mendapat kehormatan berupa mahkota kemuliaan bagi dirinya dan kedua orang tuanya.

Meskipun susah dalam proses menghafalnya namun semua kesulitan itu akan di balas Allah dengan pahala yang agung.

Seperti diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mahir membaca Alquran maka kedudukannya di akhirat ditemani para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Alquran dengan terbata-bata, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala,” (HR.Muslim).

Di zaman modern ini sudah banyak penelitian ilmiah yang mencoba menyingkap misteri-misteri pengaruh menghafal Al- Qur’an bagi kehidupan manusia.

Salah satunya seperti yang diungkap baru – baru ini dalam sebuah jurnal penelitian Acta Neurolgiae experimental Vol 2020, 80: 90–97 yang meneliti jaringan otak manusia dengan menggunakan teknik pencitraan resonansi magnetik (MRI).

Jurnal ini telah memberikan informasi dan penjelasan tentang hubungan antara menghafal dan biomarker pencitraan otak.

Hasil penelitian tersebut menemukan kesimpulan bahwa menghafal Al - Qur’an dapat meningkatkan kesehatan otak. Mereka yang menghafal Al - Qur’an disebut dalam jurnal tersebut memiliki lebih banyak jaringan otak yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak menghafal Al - Qur’an.

Penelitian ini dilakukan oleh para ahli di bidang Neuroimaging Sciences University of Edinburgh Inggris yang bekerja sama dengan ahli dari University Islamabad (CUI), Pakistan dan Lagos State University (LASU) Nigeria.

Objek dari penelitian ini terdiri dari 63 orang dewasa sehat berusia antara 35 dan 80 tahun tanpa gangguan neurologis atau psikologis.

Dari jumlah tersebut, 19 telah sepenuhnya menghafal Al-Qur'an, 28 telah menghafal sebagian Al-Qur'an sementara 16, kelompok kontrol, tidak memasukkan Al Quran ke dalam ingatan mereka.

Volume jaringan otak dari mereka yang menghafal seluruh Al-Qur'an dan mereka yang hanya menghafal sebagian kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan ANOVA satu arah yang diterapkan di SPSS. Volume materi putih, materi abu-abu dan cairan serebrospinal dihitung.

Penelitian ini juga melaporkan jika tidak ada pengaruh usia yang signifikan antara ketiga kelompok (p> 0,50). Kelompok yang benar-benar menghafal Alquran memiliki volume materi abu-abu dan materi putih yang lebih besar daripada kelompok kontrol.

Dalam konklusinya juga disebutkan jika mereka yang menghafal Al - Quran memiliki gangguan kognitif yang lebih rendah dari yang seharusnya menyebabkan kondisi neurologis.

Kegiatan menghafal Al - Qur’an secara kontinyu dapat mengeksplorasi struktur subkortikal terkait dengan memori dan konektivitas otak.

Sehingga orang perlu di dorong untuk terus menghafal guna menjaga otak mereka tetap sehat sampai hari tua.
Next article Next Post
Previous article Previous Post