Hotman Paris Tanya Cara Lepaskan Duniawi, Jawaban Ustadz Abdul Somad: Sampai Mulutmu Disumbat Tanah

Hotman Paris Tanya Cara Lepaskan Duniawi, Jawaban Ustadz Abdul Somad: Sampai Mulutmu Disumbat Tanah

author photo
Hotman Paris Tanya Cara Lepaskan Duniawi, Jawaban Ustadz Abdul Somad: Sampai Mulutmu Disumbat Tanah


Dua manusia yang berbeda bak bumi dan langit, yakni pengacara populer Hotman Paris Hutapea dan Ustadz Abdul Somad, berbincang virtual.

Videonya pun bermunculan di sejumlah akun YouTube pada Ahad (14/6/2020).

Dalam bincang virtual tersebut, Hotman Paris memberikan sejumlah pertanyaan yang tak terduga kepada Ustadz Abdul Somad.

Misalnya, Hotman yang terkenal sebagai pengacara yang menjalani kehidupan glamour, tiba-tiba bertanya soal kejenuhannya pada masalah duniawi.

Ia bertanya saran bagaimana cara meninggalkan kehidupan duniawi dan pensiun.

Jawaban Ustadz Abdul Somad pun juga beberapa kali menohok dan membuat Hotman terdiam.

Berikut transkrip perbincangan Hotman Paris (HP) dan Ustaz Abdul Somad (UAS) :

HP : Pak Ustaz, saya mau tanya ini. Dengan krisis Corona ini kita sadar hidup itu sangat singkat.

Sementara kita sibuk terus mencari uang. Banyak orang meninggal saat cari uang, sehingga uangnya tidak dinikmati.

Saya ini sudah lama ingin pensiun, tapi mental saya tidak siap.

Karena apa? saat saya akan pensiun ada perkara baru, honornya Rp 2 M, ada perkara ini honornya Rp 3 M.

Apa yang harus saya yakini, agar orang itu rela meninggalkan duniawi dan bahagia menikmati hidupnya?

UAS : kalau yang saya yakini, pesan Nabi Muhammad. Kalau kau punya satu lembah dari emas, kau akan minta satu lembah lagi.

Jadi kalau ada gunung di bawahnya itu emas semua, kau maka akan minta satu lagi, sampai mulutmu disumbat tanah.

Jadi gak akan pernah ada puasnya. Terus kurang, macam orang haus minum air laut. Kurang dan kurang terus.

Jadi kepuasan itu sebenarnya ada ketika kita memberi.

Makanya ada buku Miracle of Giving. Dan saya lihat itu ada pada Bang Hotman.

Ketika Bang Hotman memberi beras, sembako, saya kira Abang sudah menikmati itu.

Jadi ketika memberi itu diperbanyak, konon orang akan menemukan kebahagiaan.

Kebahagiaan yang tidak semu. Ada kebahagiaan yang kita dapat dia kering.

Tapi dia rasa, tidak semua orang bisa menceritakan apa yang dia rasa.

Saya jadi puitis pula di depan Bang Hotman.

Sekarang Bang Hotman sudah punya semuanya. Lalu apakah Bang Hotman bahagia?

HP : (agak lama menjawab)

Gimana menjawabnya.

Belum bahagia. Karena itu tadi.

Mau pensiun ragu-ragu.

Begitu mau kerja lagi, pusing lagi pemikiran. Terjun lagi pada masalah.

Sehingga never ending story.

Makanya itu jadi pertanyaan, bagaimana mau cut off.

Tapi susah. Anak saya tiga. Semua pengacara muda. Saya perlu bimbing juga.

Pengacara itu kan perlu jam terbang.

Pengacara itu tanpa kasus, susah jadi ahli.

Ya itulah saya gak bisa tinggalin.

Tapi bahagianya, ya semu lah. (*)
Next article Next Post
Previous article Previous Post