Jika Ada Kelebihan Rezeki Bantulah Guru Ngaji yang Kesusahan

Jika Ada Kelebihan Rezeki Bantulah Guru Ngaji yang Kesusahan

Jika Ada Kelebihan Rezeki Bantulah Guru Ngaji yang Kesusahan


Di tengah pandemi corona banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Termasuk para guru ngaji, dai, ustadz, hingga marbot. Mereka tak bisa beraktivitas maksimal dalam perjuangannya.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, guru ngaji, ustadz, dai bahkan marbot masjid adalah para pejuang agama digaris depan.

"Mereka pejuang agama yang jarang ditengok media karena tertutup kisah-kisah lain yang lebih dianggap serius, terdampak dan perlu segera disikapi secara cepat oleh pemerintah," katanya kemarin.

Ustadz, dai, mubaligh, guru ngaji, terang Ustadz Ainul Yaqin, saat ini sedang dilematis menghadapi kondisi ekonomi di tengah pandemi corona. Mau ikut nelongso dan protes dengan kondisi malu, takut dianggap tidak bisa menjaga marwah atau kredibilitas pejuang agama, atas nama ikhlas dan perjuangan untuk Islam.

"Perlu diingat mereka adalah penyeru kebaikan dan kebahagiaan, menuju keselamatan dunia dan akhirat" ujarnya.

أُدْعُ إِلِى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Artinya :

“Serulah manusia ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.” (QS.an-Nahl:125).

Allah SWT juga berfirman,

وَ يُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَ الْحِكْمَةَ

Artinya:

“Dia mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah kepada mereka.”

(QS al-Baqarah: 129).

Sesungguhnya, kata Ustadz Ainul Yaqin, tidak ada kesulitan bagi umat manusia jika berpegang teguh pada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, ajaran Alquran dan hadits Nabi adalah cahaya yang akan menuntun kebahagiaan dan keselamatan lahir batin, dan semuanya ada dipundak para pejuang sabilillah tersebut yakni ustadz, mubaligh, dai, dan guru ngaji.

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Artinya:

“Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya selama kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunahku.” (HR Al-Hakim)

"Oleh karena itu ustadz, guru ngaji, dai, mubaligh adalah para sabilillah yang sangat dimuliakan Allah SWT," ujar Ustadz Ainul Yaqin.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Oleh karena itu, lanjut Ustadz Ainul Yaqin, jika di antara kalian kelebihan rezekinya mari sisihkan rezeki untuk membantu para guru ngaji, dai, ustadz yang sedang kesusahan ekonominya di tengah pandemi corona.

"Islam mengajarkan kita saling menolong dan meringankan beban. Berbagi tidak perlu menunggu bantuan sosialatau pemerintah. Kita bisa sisihkan rezeki untuk para guru ngaji yang kesusahan," ujarnya.

Bersedekah kepada guru ngaji, mubaligh, ustadz, marbot pahalanya banyak.

"Ini merupakan amalan yang mulia."
Next article Next Post
Previous article Previous Post