Haji Tahun Ini Adalah Haji Akbar

Haji Tahun Ini Adalah Haji Akbar

author photo
Banyak dari kita yang masih beranggapan, bahwasanya ketika hari wukuf atau ketika tanggal 9 dzulhijjah jatuh pada hari jum'at maka ibadah haji di tahun itu dinamakan haji akbar. begitu pula, banyak para jamaah haji yang masih awam biasanya sangat senang sekali jika mereka bisa melaksanakan haji bertepatan dengan haji akbar. "alhamdulillaaaah... saya dapat haji akbar... "

Hal yang seperti diatas seringkali kita jumpai dan kita dengarkan dari kebanyakan orang, kebetulan juga di tahun 2014 ini hari wukuf bertepatan dengan hari jum'at. apakah itu berarti haji tahun 2014 adalah Haji Akbar? dan benarkah anggapan 'Haji Akbar itu adalah Haji dimana hari wukufnya bertepatan dengan hari jum'at?'


Haji Akbar
Haji Akbar


Jika kita merujuk kepada Alquran, maka haji akbar adalah haji terakhir Rasulullah SAW tahun ke-10 hijriyah. Memang saat itu hari Arafah jatuh pada hari Jumat. Sehingga tidak terlalu salah menganalogikan saat itu dengan saat ini, apalagi faktor dan unsurnya sama.

Namun lebih dari itu, substansi haji akbar sendiri sebenarnya adalah tidak diperkenankannya kaum musyrik makkah untuk melakukan thowaf di Masjidil Haram setelah tahun ke-9 hijriyah. dan yang kedua adalah diturunkannya wahyu terakhir Alquran yang berarti telah sempurnanya ajaran Islam.

Allah SWT berfirman



وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ



"Pengumuman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang musyrik…" (QS. At-Taubah: 3)

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairoh mengatakan, “Abu Bakr As-Siddiq radhiallahu ‘anhu mengutusku ketika musim haji yang diperintahkan Rasulullah SAW sebelum musim haji wada’, bersama sekelompok kaum muslim. Mereka mengumumkan kepada masyarakat pada hari nahr (Idul Adha),



لا يحج بعد العام مشرك ولا يطوف بالبيت عريان


"Setelah tahun ini, orang musyrik tidak boleh berhaji dan orang yang telanjang tidak boleh lagi tawaf di kakbah." (HR. Muslim).

Berdasarkan ayat dan hadis di atas, maka makna hari haji akbar adalah hari dimana Abu Bakr bersama kaum muslim yang lain, mengumumkan kepada masyarakat Mekkah bahwa orang musyrik tidak boleh lagi melakukan haji di ka'bah. Ini menunjukkan bahwa hari haji akbar adalah hari nahr (Idul Adha), karena pengumuman tersebut dilakukan pada saat Idul Adha.

Dalam Kitab Syarh Shohih Muslim, Imam Nawawi berkata bahwa Ibnu Syihab mengatakan, 'Humaid bin Abdurrahman mengatakan, 'Hari nahr (Idul Adha) adalah hari haji akbar, berdasarkan hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu di atas.” Kemudian Imam An-Nawawi memberi keterangan,

معنى قول حميد بن عبد الرحمن إن الله تعالى قال وأذان من الله ورسوله إلى الناس يوم الحج الأكبر ففعل أبو بكر وعلي وأبو هريرة وغيرهم من الصحابة هذا الأذان يوم النحر بإذن النبي صلى الله عليه و سلم


"Arti perkataan Humaid bin Abdirrahman, firman Allah "Pengumuman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar,…" kemudian penyampaian pengumuman ini dilakukan Abu Bakr, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, dan para sahabat yang lainnya pada saat hari Idul Adha, dengan izin dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam." (Syarh Shohih Muslim An-Nawawi).

Imam Nawawi menambahkan, 'Ulama berselisih pendapat mengenai apa yang dimaksud hari haji akbar. Ada yang mengatakan, hari Arafah. Sementara Imam Malik, Imam as-Syafi’i, dan mayoritas ulama berpendapat bahwa haji akbar adalah hari Nahr (Idul Adha)… sebagian ulama menjelaskan, 'Dinamakan hari haji akbar, untuk membedakannya dengan haji Asghar, yaitu umrah'. (Syarh Shohih Muslim An-Nawawi).

Al Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, 'Ulama berbeda pendapat tentang makna haji asghar. Mayoritas ulama berpendapat bahwa haji asghar adalah umrah. Ada juga yang mengatakan, Haji asghar adalah hari arafah (9 Dzulhijah) dan haji akbar adalah Idul Adha. Karena di hari Idul Adha merupakan penyempurna kegiatan manasik haji yang belum dilakukan.' (Fathul Bari Syarh Shohih Bukhari).

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, almubarokfuri mengatakan,

قد اشتهر بين العوام أن يوم عرفة إذا وافق يوم الجمعة كان الحج حجا أكبر ولا أصل له

"Sudah masyhur menurut pendapat orang awam, bahwa hari arofah, jika bertepatan dengan hari jumat maka hajinya dinamakan haji akbar. Dan ini adalah pendapat yang tidak ada dasarnya." (Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami' Tirmidzi)

Merujuk pada semua dalil-dalil diatas, dapat diambil kesimpulan bahwasanya semua haji adalah Akbar. penyebutan kata "Akbar" adalah untuk membedakan dengan Haji Kecil (Umroh) dan tidak ada hubungannya dengan wukuf di hari jum'at seperti anggapan kebanyakan orang. Wallahu 'Alam.
Next article Next Post
Previous article Previous Post