Dari Makkah, Syaikh Sudais Serukan Doa Qunut Nazilah Pada Shalat Subuh Untuk Membantu Muslim Aleppo

Diposting pada

Syaikh Abdurrahman as-Sudais, Imam besar dan Khatib Masjidil Haram yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah menyeru para imam masjid untuk membaca doa qunut nazilah pada shalat Subuh untuk mendoakan kaum muslimin yang berada di Aleppo, Suriah.

Dari Makkah, Syaikh Sudais Serukan Doa Qunut Nazilah Pada Shalat Subuh Untuk Membantu Muslim Aleppo

Seruan Syaikh Sudais ini juga disampaikan melalui akun resmi Dewan Ulama Senior Saudi.

“Sudah sepatutnya bagi para imam masjid membaca qunut untuk membantu saudara-saudara mereka di Aleppo pada shalat Subuh hingga Allah Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh menghindarkan bencana ini dari umat Islam,” tulisnya.

Terkait hal ini, Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior Arab Saudi mengecam ketidakberdayaan dunia internasional terhadap pembantaian yang dilakukan oleh rezim Bashar Assad terhadap warga sipil yang tak bersenjata.

Padahal, perlakuan kejam rezim tersebut terhadap anak-anak, orang tua dan kaum wanita di Aleppo dilihat dan didengar oleh ratusan juta pasang mata dan telinga manusia di seluruh dunia.

Dalam sebuah siaran pers yang dilansir Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior disebutkan,

“Sungguh, rezim kriminal Suriah ini melakukan kejahatan paling keji yang belum pernah dikenal dalam sejarah dunia manapun sebelumnya.

Mayat-mayat bergelimpangan dan memenuhi jalan-jalan serta puing-puing bangunan yang hancur akibat pengeboman terus-menerus yang setiap saat merenggut nyawa manusia di mana-mana.

Tempat-tempat ibadah dan rumah sakit pun tak luput dari serangan yang biadab tersebut. Sementara itu, masyarakat internasional seolah-olah tidak sanggup mengambil keputusan untuk mencegah kejahatan yang sedang terjadi.”

Di samping itu, Dewan Ulama Senior menekankan bahwa pada saat ini dunia internasional sangat butuh untuk membuat kesepatakan bersama yang bersifat adil dan harus dipatuhi oleh semua pihak.

Kesepakatan ini tak boleh dilanggar oleh negara manapun di seluruh dunia, baik negara kecil maupun besar, kuat maupun lemah, maju maupun terbelakang. Hal ini dilakukan agar semua hak manusia dapat dilindungi. Sehingga, semua orang merasa tenteram, damai dan sentosa.

“Oleh karena itu, masyarakat internasional harus merespons panggilan dan suara hati nurani kemanusiaan untuk menghentikan perang yang tidak adil ini dan menangkap para penjahat perang,” tulisnya seperti dilansir dari laman Al Wi’am.

Syaikh Sudais juga menyeru semua komponen yang ada di dunia Islam, baik pemerintah, organisasi maupun lembaganya untuk memerhatikan isu-isu keumatan dan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan hak-hak umat.

“Hanya Allah Azza wa Jalla yang akan menolong dan membela selama kita berpegang teguh dengan tali agama-Nya yang kuat dan menjalankan ajaran agama-Nya yang lurus.

Marilah kita memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia menghindarkan musibah dari umat Islam, menjaga darah dan kehormatan umat muslim dan semua orang yang tertindas di seluruh penjuru dunia, serta menyebarkan rasa keadilan dan perdamaian di atas bumi ini.

Hanya Allah yang mampu menunjukkan kita kepada jalan yang lurus.”

Loading...