Awas! Jangan Remehkan Ucapan “Aamiin”



Jangan sekali-kali meremehkan “Aamiin”. Maka tidak cukup di dalam hati. Nabi menjelaskan perkara terkait “Aamiin” ini.

Awas! Jangan Remehkan Ucapan “Aamin”


Kata Nabi, “Jibril mengajariku kata “Aamiin”, ketika aku selesai membaca al-Fatihah. “Aamiin” itu layaknya stempel untuk kitab suci Al Quran.” Bahkan dalam riwayat lain, “Aamiin itu adalah stempel Allah, Tuhan semesta alam.”

Abu Bakar menjelaskan, “Maknanya, “Aamiin” itu merupakan stempel Allah untuk hamba-Nya. Karena ia bisa menolak datangnya segala penyakit dan bala dari mereka.”

Bahkan, dalam hadits lain disebutkan, “Aamiin itu salah satu tangga di surga.” Maknanya, kata Abu Bakar, “Kata yang dengannya, orang yang mengucapkannya berhak mendapatkan salah satu tangga surga.”

Wahab bin Munabbih berkata, “Aamiin terdiri dari 4 huruf (yaitu, Alif, Mim, Ya’ dan Nun), dimana di setiap hurufnya Allah ciptakan satu malaikat. Ketika ada yang mengucapkan “Aamiin”, Malaikat berkata “Allahummaghfir likulli man qala Aamiin (Ya Allah, ampunilah setiap orang yang mengucapkan Aamiin).”

Karena itu, sampai seorang penyair mengatakan, “Aamiin, Aamiin, aku tidak rela hanya dengan mengucapkan sekali, hingga aku akan mengulangnya 2000 Aamiin..”

Seorang ulama salaf mengatakan, “Allah senantiasa mengasihi seorang hamba yang berkata, ‘Aamiin”..

Nabi sendiri, ketika usai membaca al-Fatihah, selalu mengucapkan “Aamiin.” hingga bacaannya terdengar oleh barisan pertama dalam shalat. Jadi, tidak cukup mengucapkan “Aamiin” di dalam hati.

Bahkan, saking istimewanya “Aamiin”, kata Nabi, “Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada ummatku, apa yang tidak diberikan kepada siapapun sebelum mereka: (1) “as-Salam”, yaitu salam penghuni surga; (2) Barisan malaikat; (3) Aamiin..” (Dinukil dari Tafsir al-Qurthubi, tentang Aamiin).

Subhanallah. Andai, kita tahu kemuliaan ucapan “Aamiin”, kita tidak akan melewatkan kata “Aamiin” dan meremehkannya, meski kelihatannya enteng. [KH Hafidz Abdurrahman]


Loading...