Astaghfirullah, Sedahsyat Inilah Daya Hancur Bibit Cabai Yang Ditanam Imigran China Di Bogor



Kasus benih cabai yang mengandung bakteri dan ditanam imigran China di Bogor menjadi popular di kalangan netizen. Apa sekiranya motif dari aksi penanaman cabai secara ilegal tersebut.

Astaghfirullah, Sedahsyat Inilah Daya Hancur Bibit Cabai Yang Ditanam Imigran China Di Bogor


Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono menjelaskan bakteri cabai dari China tersebut merupakan golongan Erwinia Chrysanthemi yang bisa menimbulkan kerusakan ataupun kegagalan produksi di kawasan sekitarnya hingga 70 persen!

Selain itu, bakteri ini juga bisa menular atau menyerang berbagai tanaman lainnya, termasuk aneka bawang, kentang, dan sawi.

"Jika menyerang tanaman-tanaman tersebut, kerugian ekonomi Indonesia akan lebih besar," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya siap melakukan sosialisasi ke Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengenai gejala serangan bakteri Erwinia Chyrsathemi pada beberapa tanaman hortikultura.

Dirjen Hortikultura juga telah mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten dan Kota lebih memantau produsen benih serta untuk lebih selektif dalam pemberian rekomendasi terhadap orang asing terutama terhadap benih-benih yang akan dikembangkan.

"Kami akan menurunkan Pengawas Benih Tanaman untuk memperketat peredaran benih hortikultura, terutama cabai," katanya.

Pihaknya juga menurunkan tim maupun petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) untuk melakukan survei ke pertanaman aneka cabai dan tanaman hortikultura lainnya di Bogor dan sekitarnya.guna mengantasipasi penyebaran penyakit bakteri yang terkandung dalam benih ilegal asal Tiongkok tersebut.

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta telah memusnahkan sebanyak 1 kg benih cabai dengan bahasa Cina, 5000 tanaman cabai dan 1 kg benih bawang daun yang masuk secara ilegal ke wilayah Indonesia.

Menurut Badan Karantina Pertanian benih cabai ilegal asal Tiongkok tersebut positif mengandung bakteri Erwinia Chrysanthemi, yang merupakan orgasnime pengganggu tanaman karantina (OPTK) golongan A1 yang belum ada di Indonesia dan tidak bisa dihilangkan kecuali dengan memusnahkannya.

Penulis : Ferdiansyah


Loading...