Ngeri! Ini Ancaman Untuk Orang Yang Suka Sengaja Terlambat Menghadiri Khutbah Dan Sholat Jumat

Ngeri! Ini Ancaman Untuk Orang Yang Suka Sengaja Terlambat Menghadiri Khutbah Dan Sholat Jumat

author photo
Ancaman Untuk Orang Yang Suka Sengaja Terlambat Menghadiri Khutbah Dan Sholat Jumat, Setelah membaca tolong bagikan kepada yang lain, Semoga Allah senantiasa merahmati Anda, Aamiin.

Ngeri! Ini Ancaman Untuk Orang Yang Suka Sengaja Terlambat Menghad


Dari sahabat Samurah bin Jundub, Ia Berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

احْضرُوا الذكرَ، وادْنُوا من الإمَام، فإن الرجل لا يَزالُ يَتَبَاعَدُ حتى يُؤَخرُ في الجنة، وإن دَخَلَهَا

“Hadirilah khutbah jum’at dan mendekatlah kepada imam. Karena seorang yang selalu jauh dari imam, menyebabkan ia terbelakang dalam memasuki surga, andai ia memasukinya kelak” (HR. Abu Daud 1198, Al Hakim 1/289, Ahmad 5/11)

Dalam riwayat lain digunakan lafadz

احضروا الجمعة

“Hadirilah (khutbah) jum’at..” (HR. As Suyuthi dalam Jami’ Ash Shaghir, 261)


Derajat Hadits

Al Hakim berkata: “Hadits ini shahih sesuai syarat Imam Muslim”. Penilaian tersebut disetujui oleh Imam Adz Dzahabi.


Beberapa Pelajaran:

1) Celaan terhadap orang-orang yang tidak bersegera untuk menghadiri khutbah dan sholat Jum’at. Abu Ath-Thayyib rahimahullah berkata,

وَفِيهِ تَوْهِين أَمْر الْمُتَأَخِّرِينَ وَتَسْفِيه رَأْيهمْ حَيْثُ وَضَعُوا أَنْفُسهمْ مِنْ أَعَالِي الْأُمُور إِلَى أَسَافِلهَا

“Dalam hadits ini terdapat perendahan terhadap perbuatan orang-orang yang suka terlambat dan celaan terhadap kebodohan mereka karena telah menurunkan diri-diri mereka sendiri dari amalan yang tinggi kepada yang amalan yang rendah.” (‘Aunul Ma’bud, 3/457)

2) Melambatkan diri dalam menghadiri khutbah dan sholat Jum’at adalah sebab diakhirkannya seseorang untuk masuk surga, bisa juga bermakna derajatnya di surga diturunkan.

3) Perintah bersegera menghadiri khutbah sebelum khatib naik mimbar.

4) Pentingnya mendengarkan khutbah, menyimak dan memahaminya dengan baik (apabila khutbahnya berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaf), jangan tidur dan jangan berbuat sia-sia. Inilah maksud perintah mendekati imam.

5) Keutamaan sholat Jum’at di shaf pertama. Ini juga maksud perintah mendekati imam.

6) Para ulama berbeda pendapat dalam memaknai الذكرَ dalam hadits ini. Sebelum menyebutkan hadits ini, Al ‘Aini berkata: “Bab ini menjelaskan tentang anjuran mendekatnya seseorang kepada imam ketika khutbah jum’at. Sebagian naskah menyebutkan, ketika ceramah. Namun tafsiran yang pertama (ketika khubat jum’at) itu lebih shahih” (Syarh Sunan Abi Daud, 4/448).

7) Hadits ini merupakan dalil dianjurkannya bersegera mendatangi shalat jum’at.


Yang Harus Dilakukan Makmum Ketika Khutbah Jum'at Berlangsung


1. Mendekat Kepada Imam

Diriwayatkan dari Samurah Bin Jundub Radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Hadirilah khutbah (jumat) dan mendekatlah kalian kepada imam. Sesungguhnya seorang yang selalu menjauh dari imam maka ia terakhir di surga sekalipun ia memasukinya.” (HR. Abu Dawud)

Diriwayatkan dari Aus Bin Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari jum’at, berangkat pagi-pagi dengan berjalan kaki, mendekat dengan imam dan diam tanpa melakukan perbuatan yang sia-sia maka setiap langkahnya menghapus dosa selama satu tahun.” (HR. Tirmidzi)

2. Menghadap kepada imam yang sedang berkhutbah

Disunnahkan bagi para jama’ah untuk menghadapkan wajahnya kearah imam ketika sedang berkhutbah namun tidak ada dalil shahih yang marfu’ dari nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tetapi ada dalil shahih dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma :

“Bahwa imam tidak duduk sehingga ia menghadapnya.” (HR. Baihaqi)

Imam at-Tirmidzi berkata bahwa para ulama dari kalangan sahabat dan lainnya telah mengamalkannya, dan mereka menganjurkan menghadap imam ketika khutbah.

3. Diam dan mendengarkan khutbah dengan penuh khusyuk

Diriwayatkan dari Salman Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang laki-laki tidaklah mandi pada hari jum’at, kemudian diam ketika imam berkhutbah melainkan diampuni dosa-dosa diantara jum’at itu dengan jum’at yang lainnya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: أَنْصِتْ- وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Apabila pada waktu jumat engkau mengucapkan pada temanmu “diamlah” ketika imam sedang berkhutbah maka engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhori Muslim)

Hadits marfu’ diriwayatkan dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya radhiallahu ‘anhum:

وَمَنْ لَغَا وَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ كَانَتْ لَهُ ظُهْرًا

“Siapa yang berbuat sia-sia dan melangkahi pundak manusia maka (shalat jumat itu) bagaikan shalat zhuhur baginya.” (HR. Abu Dawud)

Maksud hadits tersebut adalah pahalanya berkurang dan tidak melaksanakan shalat jum’at dengan sempurna. Sedangkan masalah berbicara diantara para jama’ah ketika khutbah berlangsung hukumnya adalah haram menurut jumhur ulama'.

Wallahu A'lam.
Next article Next Post
Previous article Previous Post