Mengaku Sebagai Aktivis HMI, Provokator Dalam Aksi Bela Islam II Ini Ternyata Non Muslim




Tudingan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai provokator dalam Aksi Bela Islam II di Jakarta merupakan sebuah fitnah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir yang menyebut bahwa orang yang diamankan oleh polisi bukanlah kader HMI.

Mengaku Sebagai Aktivis HMI, Provokator Dalam Aksi Bela Islam II Ini Ternyata Non Muslim

“Pria bernama Ferdinan yang mengaku dari HMI bukanlah kader kami,” ucap Mulyadi, sebagaimana dikutip dari Era Muslim, Sabtu (5/11/2016).

Ferdinan memang ketika diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan provokasi mengaku sebagai anggota dari HMI. Namun Mulyadi menjelaskan bahwa Ferdinan sesuai KTP-nya beragama Kristen Katolik dan tidak ada kader HMI yang beragama Kristen.

“Saya tanyakan ke seluruh cabang soal orang ini tidak ada yang mengenal,” tutur Mulyadi.

Mengaku Sebagai Aktivis HMI, Provokator Dalam Aksi Bela Islam II Ini Ternyata Non Muslim

Sementara itu terkait dengan atribut seperti bendera HMI yang dibawa provokator, Mulyadi mengungkapkan bahwa sangat jauh berbeda bendera yang dibawa kader HMI dengan bendera provokator tersebut.

Disebutkan bahwa pihaknya hanya membuat 50 bendera berwarna hijau tua dan untuk tonggaknya menggunakan bambu yang dibelah setinggi 1,2 meter. Sementara bendera yang dibawa provokator berwarna hijau muda dengan tiang bambu bulat.

“Nah kalau di foto ini kan warnanya beda, bendera hijau muda dengan tiang bambu bulat,” pungkasnya.
Baca Juga: Terkait Kericuhan Saat Aksi Bela Islam II, Aa Gym Ungkap Provokatornya