Berkaca Kasus Pembantaian Muslim Rohingnya, Masih Pantaskah Indonesia Masuk PBB?




Dunia menutup mata soal pembantaian muslim Rohingnya. Keberadaan PBB ternyata hanya membela kepentingan zionis di dunia, dan kepentingan misionaris orientalis. Masih pantaskah Indonesia masuk PBB?

Berkaca Kasus Pembantaian Muslim Rohingnya, Masih Pantaskah Indonesia Masuk PBB?


Pertanyaan retoris tersebut diajukan oleh salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, H M Luffi, Selasa (22/11). Beliau mengatakan, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, sudah seharusnya Indonesia bersikap tegas. Minimal, boikot PBB yang sekarang semakin antipati terhadap kaum muslimin.

"Banyak kasus kejahatan perang dan pembantaian keji terhadap kaum muslimin di dunia, diskriminasi dan intimidasi selalu saja menjadi berita harian yang dilakukan non-muslim terhadap umat Islam di dunia, namun selalu dibiarkan begitu saja oleh PBB yang mengklaim dirinya sebagai polisi dunia untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia," ungkap Haji Lutfi.

Sebut saja pembantaian kaum Moro terhadap umat Islam di Filipina, pembantaian kaum zionis Israel terhadap umat Islam di Yerusalem, pembantaian terhadap umat islam oleh militer Bosnia, perlakuan sadis tentara Thailand terhadap umat Islam Pattani, perlakuan keji pemerintah Azerbaijan terhadap umat Islam di sana.

Ia menngungkapkan, semua hal itu semestinya bisa membuka mata hati umat Islam, bahwa PBB hanyalah melakukan tindakan tegas jika dianggap mengganggu golongannya dan merugikan bisnisnya semata.

Begitulah sekelumit otak imperialis yang selalu berusaha mendzalimi kaum muslimin dan memecah belah persatuan didalamnya dengan segala propaganda dan tipudayanya.

Ya Allah, bantulah dan rahmatilah saudara-saudara kami muslim Rohingya yang dekat dengan kami, tetangga kami, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa, selain doa dan memberitakan keadaan mereka. Aamiin




loading...

close ini