Ketika Suami Marah, Ini 4 Hal Yang Harus Dilakukan Istri




Bukan hanya istri, terkadang suami juga mempunyai sisi sensitif dan ingin dimengerti. Banyak faktor yang bisa menjadikan seorang suami menjadi semakin sensitif bahkan marah-marah.

Misalnya saja karena merasa beratnya menghadapi tuntutan pekerjaan, belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan optimal dan lain lain.

Ketika Suami Marah, Ini 4 Hal Yang Harus Dilakukan Istri


Nah, Ketika suami mulai sensitif dan ingin marah, sebagai belahan jiwa Anda harus mampu menenangkannya, bukan malah menambah kemarahannya.

Ketika suami Anda sedang marah, kata maaf saja mungkin tak mampu menenangkan hatinya, namun sikap dan tindakan sebagai bukti penyesalan Andalah yang dapat meluluhkan hatinya. Dan ketika suami Anda marah, inilah yang harus dilakukan para istri.



1. Berikan Dia Ruang dan Sedikit Waktu

Ketika suami semakin marah dan keadaan sudah tidak bisa terkontrol maka jangan tanggapi sikap suami Anda ini dengan serius, karena hal itu hanya akan memperkeruh keadaan saja.

Cobalah untuk menenangkan dirinya dengan memberikan sedikit ruang dan waktu agar suami bisa menghirup udara segar dan meredakan emosinya, dan bisa berpikir jernih. Dengan melakukan ini Anda dapat meredakan emosi dan amarahnya tanpa ada tekanan dan merasa perasaan Anda tersakiti.

2. Biarkan Dia Mencurahkan Isi Hatinya

Ketika suami sedang marah, jangan sekali-kali memotong ucapannya, mengkritiknya atau membalas perkataannya dengan kata-kata yang penuh emosi pula.

Karena hal ini hanya akan membuatnya semakin emosi. Jika suami sedang marah sang istri harus menjadi lebih bijaksana dan memahami perasaan suaminya. Cobalah untuk menenangkan suasana dengan membiarkannya mencurahkan isi hatinya dan meluapkan emosi yang dirasakannya.

3. Bicaralah Di Waktu yang Tepat

Jika suami Anda sedang marah, mungkin sebaiknya jangan langsung mengajaknya berbicara atau mendiskusikan keadaan yang terjadi. Karena seseorang jika sedang marah, maka emosi tidak bisa dikontrol.

Orang yang marah cenderung tidak dapat berpikir dengan jernih, dan tidak mampu mendengarkan ucapan orang lain dan menerima kenyataan yang terjadi.

Oleh karena itu, tunggulah waktu yang tepat untuk mengajaknya berbicara yaitu di saat keadaannya sudah terlihat tenang.

4. Memberikan Pelukan Mesra

Sebuah pelukan mampu mendamaikan hati seseorang. Saat suami Anda mulai mendahulukan emosinya, sementara Anda jangan sekali-kali memancing untuk beradu argumen, langsunglah memeluknya dan mengucapkan kalimat penyesalan yang penuh kemesraan seperti, “aku selalu mencintaimu sayang”, “maafkan diriku, sayangku”, atau “aku akan berusaha lebih baik lagi menjadi istrimu”, dan kalimat manis lainnya.

Peluklah dia sejenak sambil mengelus-elus dadanya. Dijamin pelukan mesra ini dapat meluluhkan hatinya dan membuatnya lupa akan kemarahan yang tadi dirasakannya.





close ini