Ikhlas Bayarkan Hutang Sang Ayah Dari Uang Untuk Menikah, Pemuda Ini Peroleh Rezeki Yang Tidak Terduga




Sesungguhnya sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk bisa membahagiakan kedua orangtuanya. Karena dalam agama Islam, keridhoan Allah berada dalam keridhoan orangtua dan murka Allah berada dalam murka orangtua.

Bahkan berbakti kepada orangtua merupakan perintah terpenting setelah bertauhid kepada Allah. Bukan tanpa alasan, di balik perintah tersebut terdapat keutamaan yang begitu besar.

Ikhlas Bayarkan Hutang Sang Ayah Dari Uang Untuk Menikah, Pemuda Ini Peroleh Rezeki Yang Tidak Terduga
Ilustrasi
Anak yang berbakti kepada orangtuanya akan mendapatkan berbagai kebaikan, diangkat derajatnya, dihilangkan kesusahannya dan mendapatkan balasan terbaik di surga kelak.

Kisah tentang bakti seorang anak kepada orangtuanya pun terdapat dalam kisah yang diceritakan oleh Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi Hafidzhahullah. Kisah itu pun mengingatkan kepada kita bahwa tidak akan sia-sia bakti anak kepada orang tuanya dan akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang terbaik.

Berikut kisahnya

Di suatu daerah terdapat seorang yang berusia lanjut didatangi rumahnya oleh seorang penagih hutang. Ketika telah sampai di depan rumah, si penagih hutang kemudian mengetuk dan tanpa mengucapkan salam sedikit pun. Saat dibukakan pintunya, dengan cepat ia mendatangi dan memegang kerah pemilik rumah.

“Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis. Sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu wahai laki-laki!” ucap penagih hutang.

Tak tega melihat ayahnya diperlakukan demikian, sang anak kemudian meminta agar si penagih hutang melepaskan ayahnya dan menanyakan berapa jumlah hutang yang harus dibayarkan. Ternyata hutang ayahnya cukup banyak yakni 70 ribu real.

Sang pemuda itu kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mengambil uang sebesar 27 ribu real yang merupakan uang tabungannya untuk menikah.

“Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27 ribu real. Nanti akan datang rezeki dan akan kami lunasi sisanya segera dalam waktu dekat Insya Allah,” ucap sang anak.

Tak ingin menjadi beban anaknya, sang ayah berusaha meminta si penagih hutang untuk mengembalikan uang tersebut kepada anaknya karena anaknya butuh untuk menikah dan anaknya tidak punya dosa dalam urusan hutang dirinya.

Namun sang anak yang berakhlak mulia itu pun tetap meminta si penagih hutang agar menerima uang darinya dan menyuruh agar mendatanginya untuk melunasi sisa hutang tersebut secara pribadi.

Setelah si penagih hutang berlalu dari rumah, sang anak kemudian mendatangi ayahnya dan mencium keningnya sembari berkata, “Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah Azza wa Jalla memanjangkan usia kita dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan afiyah.”

Sang pemuda juga menuturkan bahwa jika ia memiliki jumlah uang untuk melunasi hutang ayahnya, tentu akan ia lakukan hal yang sama. Karena ia tidak ingin jika ayahnya meneteskan air mata.

Melihat sikap anaknya yang berbakti tersebut membuat sang ayah kemudian memeluk dan menangis terharu.

“Mudah-mudahan Allah meridhoi dan memberikan taufiq kepadamu wahai anakku, serta merealisasikan segala cita-citamu,” ucap sang ayah.

Beberapa hari setelahnya ketika pemuda tersebut sedang bekerja, datanglah seorang temannya yang sudah lama tidak pernah bertemu. Setelah mengucapkan salam dan menanyakan kabar masing-masing, temannya itu pun bertanya.

“Akhi, kemarin salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan seorang laki-laki muslim, terpercaya lagi memiliki akhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha.”

“Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Maka apa pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?” lanjutnya.

Mata pemuda itu pun langsung berbinar-binar seakan bahagia dan berkata, “Mudah-mudahan ini adalah doa ayah, Allah Azza wa Jalla telah mengabulkannya.”

Maka ketika sore harinya, bertemulah pemuda tersebut bersama temannya kepada manajer yang dimaksud. Tampak sang manajer merasa cocok dan mengatakan bahwa pemuda inilah yang ia cari.

Sang manajer kemudian menanyakan tentang gaji yang pemuda itu peroleh di tempat kerjanya dahulu dan dijawab bahwa ia diberi gaji 5 ribu real. Sang manajer kemudian berkata,

“Pergi besok pagi sampaikan surat pengunduran dirimu, gajimu 15 ribu real, bonus 10% dari laba, dua kali gaji sebagai tempat dan mobil dan enam bulan gaji akan dibayarkan untuk memperbaiki keadaanmu.”

Si pemuda itu pun langsung menangis dan menyebutkan ayahnya. Sang manajer yang keheranan pun bertanya dan dijawab bahwa ayahnya memiliki hutang yang cukup banyak dan ia baru bisa membayar sebagiannya.

Maka manajer itu kemudian menyuruh si pemuda untuk melunasi hutang-hutangnya dahulu.
Kini kehidupan si pemuda pun sejahtera dan hidup penuh kesyukuran atas baktinya kepada orang tua.

Benarlah firman Allah yang menyuruh manusia untuk berbakti kepada orangtuanya.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Israa’. 23) Wallahu A’lam

Baca Juga:







loading...