GP Ansor: Ahok Jangan Campuri Agama Kami dan Ajarkan SARA




Ketua Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta Abdul Azis meminta Ahok agar jangan menafsirkan sendiri kitab suci agama lain.

"Hak kami beragama dan kewajiban kami menjadikan Alquran sebagai panduan hidup," ungkap Ketua Gerakan Pemuda Anshor DKI, Abdul Aziz, Jumat (7/10).

GP Ansor: Ahok Jangan Campuri Agama Kami dan Ajarkan SARA
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengikuti sidang gugatan UU Pilkada dengan menghadirkan saksi ahli utusan Presiden di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (6/10/2016). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Selain itu, Abdul Aziz juga mengingatkan Ahok untuk tidak mencampuri masalah dalam internal Islam dan mengajarkan sesuatu yang bermuatan SARA.

"Pak Ahok jangan campuri agama kami dan jangan ajari kami SARA," tegasnya, Jumat (7/10/2016) malam.

Azis menyayangkan Ahok membawa-bawa surat Al Maidah ayat 51 dalam kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada (27/9/2016) lalu.

Menurutnya, pernyataan itu telah membuat umat Islam yang ada di Indonesia marah.

"Kami ini GP Ansor NKRI dan melindungi minoritas, tapi soal kitab suci Pak Ahok tidak perlu menafsirkan sendiri kitab suci kami, hak kami beragama dan kewajiban kami menjadikan Al Quran sebagai panduan hidup," kata Azis.

GP Ansor DKI juga akan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama pasal 156A Undang-Undang Nomor 1 PNPS tahun 1965.

"Sebagai gubernur DKI Pak Ahok telah melakukan penistaan kepada agama Islam dengan mengatakan hal tersebut," ujar Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta itu.

"Kami akan laporkan Pak Ahok ke Polda Metro jaya melalui lakumham Ansor DKI sekaligus mendesak MUI untuk memberikan teguran kepada gubernur DKI," Azis menambahkan.

Lebih lanjut, agar tak menuai kemarahan umat Islam menjelang pesta demokrasi Jakarta, GP Ansor meminta Ahok yang juga maju dalam Pilkada Jakarta 2017 tidak lagi mengutip Alquran dalam kegiatan apapun.

"Ini memancing pilkada SARA. Mestinya gubernur jaga mulutnya jangan mengurusi agama orang lain," kata anggota DPRD DKI dari fraksi PKB ini.

Berbeda dengan pernyataan Abdul Aziz, Mantan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, justru malah pasang badan dan menyatakan bahwa Ahok tidak melakukan penistaan agama terkait 'Surat Al Maidah ayat 51'.

Nusron mengaku sudah melihat secara keseluruhan rekaman video selama kegiatan Ahok di Pulau Seribu yang berdurasi sekitar satu jam.

Dari rekaman utuh itu, Nusron menilai tidak ada satu pun kalimat Ahok yang terindikasi melakukan penistaan agama.

"Jadi, yang dituju atau dimaksud Ahok adalah orang yang membohongi. Bukan berarti ayat Al Maidah yang bohong. Justru Ahok menempatkan ayat suci secara sakral. Bukan alat agitasi, dan kampanye yang mendeskreditkan," kata Nusron kepada Antara.