Hanya Karena Pakai Cadar, Dua Pria Serang Dan Tendang Perut Muslimah Yang Sedang Hamil

Hanya Karena Pakai Cadar, Dua Pria Serang Dan Tendang Perut Muslimah Yang Sedang Hamil

author photo
Diskriminasi dan kebencian terhadap islam memang sebagian besar tertuju kepada para muslimah. Ini karena mereka memiliki pakaian yang jelas sangat berbeda dari kebanyakan wanita dimana mereka akan berpakaian tertutup, bahkan mengenakan cadar sebagai bentuk syariat yang Allah tetapkan.

Hanya Karena Pakai Cadar, Dua Pria Serang Dan Tendang Perut Muslimah Yang Sedang Hamil

Perilaku kebencian itu pun terjadi di Spanyol dan polisi sudah menangkap dua pelakunya yang berjenis kelamin pria pada hari Rabu (7/9/2016) lantaran melakukan serangan terhadap seorang muslimah yang sedang hamil.

Dari keterangan kepolisian Spanyol, awalnya muslimah hamil yang bercadar tersebut sedang berjalan-jalan di pusat Barcelona bersama dengan suami dan anak-anaknya. Setelah itu muncul dua orang pria yang mendekat dan menghina mereka, terutama soal berpakaian wanita bercadar tersebut. Diketahui bahwa keduanya terlibat kelompok ekstrim sayap kanan yang anti terhadap islam, sebagaimana yang dikutip dari Anadolu Agency.

Karena penghinaan tersebut, sang suami muslimah itu pun mengecam tindakan keduanya yang membenci keberadaan mereka. Bukannya sadar, justru keduanya mendorong sang suami dan melakukan tindakan kekerasan.

Melihat suaminya jatuh tergeletak diserang oleh dua orang, membuat muslimah yang sedang hamil itu ikut turun tangan. Parahnya salah seorang penyerang malah menendang perut muslimah hamil tersebut, sebagaimana ucapan para saksi yang melihatnya.

Namun beruntung kejadian itu tidak berlangsung lama, karena para saksi melaporkan kepada pihak kepolisian dan menangkap keduanya. Dalam tuduhannya mereka dijerat dengan pasal melakukan tindakan diskriminasi, kebencian dan membuat orang lain terluka.

Memang Barcelona menjadi daerah yang memiliki tingkat kebencian terhadap islam tertinggi di negara Spanyol yakni berjumlah 215 kasus dan diikuti Madrid dengan jumlah 159 kasus di tahun 2015 silam.

Baca Juga:



Next article Next Post
Previous article Previous Post