Lagi, Pasangan Muslim Ini Diusir Dari Pesawat Amerika Lantaran Menyebut Kalimat 'Allah'




Lagi, Pasangan Muslim Ini Diusir Dari Pesawat Amerika Lantaran Menyebut Kalimat 'Allah'

Lagi, Pasangan Muslim Ini Diusir Dari Pesawat Amerika Lantaran Menyebut Kalimat ‘Allah’

Peristiwa muslim yang diusir dari pesawat sepertinya tidak ada habisnya. Diskriminasi dan ketakutan yang berlebihan dari non muslim membuat umat islam menjadi tersudutkan.

Salah satunya adalah pasangan muslim yang akan pulang selepas berlibur di Paris Perancis. Dilansir dari Independent, Jumat (5/8/2016) waktu setempat, pasangan muslim bernama Faisal Ali dan Nazia Ali mengalami pengusiran dari pesawat Delta Airlines setelah menunggu selama 45 menit untuk lepas landas.

Keheranan atas perlakuan kru pesawat tersebut berubah menjadi ketakutan setelah keduanya turun dan melihat sejumlah polisi Perancis menunggu mereka.

“Saya takut, beberapa polisi pria mengambil foto paspor kami dengan ponsel mereka,” ucap Nazia.

Pasangan muslim asal Ohio itu pun mendapat sejumlah pertanyaan terkait kedatangannya ke Perancis. Namun setelah dijelaskan bahwa tujuan mereka adalah untuk berlibur dan merayakan ulang tahun pernikahan, polisi Perancis pun melepaskan dan menyatakan bahwa keduanya aman.

Faisal dan Nazia tidak mengetahui secara pasti apa penyebab sehingga mereka diusir dari pesawat dan diinterogasi polisi. Namun dari keterangan petugas didapatkan informasi bahwa sang pilot merasa tidak nyaman dengan kehadiran keduanya sehingga pengusiran pun terjadi. Terlebih ketika salah satu kru mendapati Faisal menyembunyikan ponsel sambil berlalu dan terlihat berkeringat sembari mengucap lafadz ‘Allah’.

Sementara menurut Faisal, dirinya saat itu sedang mengirim pesan singkat kepada ibunya agar dijemput di bandara Cincinnati, Ohio karena mereka sudah berada di dalam pesawat.

“Saya ingin segera naik pesawat. Saya tidak peduli privasi saya, saya ingin kapten melihat ponsel saya agar dia tahu kami mengirim pesan untuk orang tua kami,” ucapnya.

Adapun alasan Faisal berkeringat adalah karena sirkulasi udara yang buruk di dalam pesawat selama menunggu keberangkatan 45 menit lamanya.

Atas kejadian tersebut, pihak maskapai pesawat kemudian memberikan tiket penerbangan selanjutnya secara cuma-cuma dan kamar untuk menginap.

Namun ketika telah sampai di Ohio, keduanya justru mendapati sejumlah petugas imigrasi sedang menunggu mereka di bandara. Saat ditanyakan tentang kesalahan apa yang telah mereka lakukan, pihak imigrasi mengatakan bahwa kedua tidak salah, namun seperti inilah dunia sekarang.

Terkait hal tersebut, Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) pun mengkritik sikap diskriminatif maskapai Delta.

“Dengan menganggap tindakan yang sederhana dan normal sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengancam, jelas bahwa tuan dan nyonya Ali diperlakukan buruk karena penampilan dan nama muslim mereka,” ucap Sana Hassan selaku pengacara CAIR.

Sementara pihak maskapai yang diwakili oleh juru bicaranya mengatakan bahwa maskapai tidak mendukung adanya diskriminatif terhadap para penumpang dan akan menyelidiki kasus ini.

Baca Juga:







loading...

close ini