Keterlaluan! Polisi Negara Ini Larang Muslimah Pakai Burkini Dan Dipaksa Melepasnya Saat Itu Juga




Keterlaluan! Polisi Negara Ini Larang Muslimah Pakai Burkini Dan Dipaksa Melepasnya Saat Itu Juga

Keterlaluan! Polisi Negara Ini Larang Muslimah Pakai Burkini Dan Dipaksa Melepasnya Saat Itu Juga

Sejumlah umat islam di beberapa negara Eropa memang masih mengalami diskriminasi. Tak hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun saat berlibur pun seorang muslim tak lepas dari berbagai tekanan yang menyudutkan bahkan melecehkan.

Saat ini yang menjadi pemberitaan di berbagai media adalah seorang wanita muslimah yang dipaksa untuk melepaskan burkini oleh sejumlah petugas ketika berjemur di pantai. Burkini merupakan sebuah pakaian renang longgar bagi muslimah dan terdapat penutup untuk kepala.

Pelecehan tersebut terjadi di pantai Promedane des Anglais, Nice Perancis. Saat itu empat petugas berbadan kekar mendatangi seorang muslimah yang sudah paruh baya bernama Siam. Ia kemudian dipaksa untuk melepaskan burkininya di depan sejumlah orang yang juga tengah berjemur. Para petugas tersebut beralasan telah memberikan peringatan tentang adanya larangan mengenakan burkini di pantai.

Dari empat petugas itu, tiga diantaranya bahkan menodongkan cairan merica kepada muslimah tersebut karena telah melakukan pelanggaran mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.

Tak sampai di situ saja, para petugas itu juga memberikan denda kepada tiga muslimah yang sedang berjalan menyusuri pantai.

Dilansir dari Daily Mail, Siam mengatakan bahwa perlakuan para petugas yang rasis telah mempermalukan dirinya karena dipaksa membuka burkininya di muka umum. Dirinya pun tidak mengetahui adanya pelarangan mengenakan burkini di Nice dan menganggap penggunakan baju muslimah tersebut sebagai hal yang biasa.

“Saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, saya sungguh tidak mengikuti kontroversi yang terjadi,” ucapnya.

Ketika dipaksa untuk membuka burkininya, Siam sebenarnya telah menolak. Namun para petugas memberi ancaman.

“Anak-anak saya menangis karena menyaksikan penghinaan,” tuturnya.

Siam pun dimasukkan dalam catatan orang-orang yang melakukan tindakan kejahatan setelah kejadian tersebut.

“Sekarang kami tidak diizinkan di pantai. Besok, di jalan? Besok, kami akan dilarang mempraktekkan semua ajaran agama kami?” ucap Siam yang memperlihatkan kekesalannya.

“Saya berada di negeri hak asasi. Saya tidak melihat jejak prinsip-prinsip kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan. Saya marah ini bisa terjadi di Perancis,” pungkasnya.

Baca Juga:








close ini