Ibadah Haji Itu Bukan Hanya Sulit, Tapi Amat Sulit




berbeda dengan rukun lainnya, Haji merupakan salah satu rukun islam yang amat sulit dan rumit serta butuh banyak tenaga, biaya, bahkan diperlukan mental serta ilmu yang memadai. Selain itu, orang yang ingin menunaikan ibadah haji juga harus mengerti sedikit seputar bahasa Arab, tradisi dan budaya setempat (Arab). Jamaah haji juga harus menyesuaikan suhu udara yang sangat ekstrim.

Ibadah Haji Itu Bukan Hanya Sulit, Tapi Amat Sulit


Saat musim panas, suhu udara di Makkah dan Madinah bisa mencapai 45 derajat, saat musim dingin mencapai 7 derajat. Belum lagi pola makan dan tidur selama berada di kota Makkah dan Madinah yang juga berbeda dengan pola makan biasanya.

Barangkali, karena itulah maka rukun haji itu diposisikan paling akhir dalam ajaran Islam. Selain itu, hendaknya ibadah haji dilaksanakan bagi orang-orang yang sudah 'mampu'.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani memaknai kata 'mampu' dengan arti 'perbekalan dan kendaraan menuju Makkah'. Apa yang dilontarkan oleh imam Ibnu Hajar Al-Asqalani itu sangat pantas dan masuk akal, karena selama di Makkah dan Madinah, jamaah haji itu tidak merepotkan orang lain, seperti terkait masalah makan, minum, pemondokan, kendaraan, dan lain-lain. Dan ketika meninggalkan keluarganya, selama itu pula keluarga yang berada di tanah air tidak akan kekurangan.

Dengan demikian, orang yang belum mampu, tidak wajib menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Namun, jika tetap melakukan ibadah haji, maka hajinya tetap sah. Allah Subhanahu Ta'ala itu sebenarnya tidak pernah mempersulit hamba-Nya, terkadang hamba itu sendiri yang selalu menyulitkan diri sendiri.  Tidak sedikit orang yang datang ke Makkah, ternyata sampai disana malah meminta-minta dan mengemis pada jamaah lain.

Ketika sudah mampu, Allah juga mewanti-wanti agar ibadah haji itu bukan hanya sekedar untuk keren-kerenan, namun harus murni karena beribadah kepada Allah SWT. Ketika sudah cukup materi, sehat jasmani dan ruhani, tetapi enggan menunaikan ibadah haji, maka Allah SWT mewajibkan kepada mereka untuk menunaikan ibadah haji.

Jika tidak mau menunaikan ibadah haji dengan beragam alasan, maka sesungguhnya Allah SWT Maha Kaya. Allah SWT tidak butuh sesuatu dari hambaNya, Allah SWT hanya ingin hamba-Nya, melaksanakan perintah-Nya, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Saat ini, ibadah haji bukan hanya sulit, tapi amat sulit. Hal ini dikarenakan jumlah kaum muslimin yang semakin bertambah, sementara kuota haji yang tersedia terbatas. Jika di zaman dulu menunaikan ibadah haji terhalang karena bekal dan kendaraan serta ongkos naik haji yang sangat mahal. Sekarang menunaikan ibadah haji itu terhalang oleh kuota haji yang terbatas.

Begitu panjang antrean ibadah haji, 10 tahun hingga 25 tahun. Bayangkan, orang yang ingin menunaikan ibadah haji harus menanti sekitar 25 tahun. Sementara waktu berjalan dan usia terus bertambah, ditambah kondisi fisik yang semakin melemah.

Maka, seringkali seseorang menempuh jalan pintas agar bisa menunaikan ibadah haji. Berbagai cara dilakukan agar bisa menunaikan ibadah haji, seperti; menjadi sopir, menjadi karyawan, atau menjadi tukang bersih-bersih di Arab Saudi. Yang penting bisa menunaikan ibadah haji.

Tak jarang, Repot dan rumitnya menunaikan ibadah haji seringkali digunakan orang-orang tertentu untuk melakukan “penipuan haji”, seperti; 117 jamaah haji Indonesia di Filipina yang terlantar. Mereka adalah calon-calon jamaah haji yang kurang sabar menunggu antrean panjang. Mereka sebenarnya orang-orang ihlas dan rindu terhadap Baitullah. Mereka menjadi makanan empuk para mafia haji dan umrah, dengan mengatasnamakan membantu sesama muslim untuk menunaikan haji.

Umat islam harus cerdas memilih travel haji yang akan membantu menunaikan ibadah haji dan umrah. Bandit-bandit haji dan umrah setiap tahun selalu ada dan bertambah. Jangan mudah percaya terhadap janji-janji manis, jangan mudah percaya terhadap orang yang berjubah panjang dan berjengot dan sering mengucapkan kalimat-kalimat toyyibah.

Kadang, dengan modal itu, mereka memperdayai jamaah haji yang sedang gandrung menunaikan ibadah haji. Haji dan umrah itu harus dilakukan karena Allah SWT, dengan demikian Allah SWT menghadiahkan pahala surga baginya. Itulah namanya haji mabur. Bahkan, orang yang sabar menunggu ibadah haji, kemudian wafat ketika dalam penantiannya, maka dia termasuk mati dalam kondisi beribadah haji. Dan kelak dia akan di bangkitkan dalam kondisi talbiyah. Insya Allah.

Wallahu A'lam.





close ini