Kisah Pak Haji Yang Sangat Sayang Pada Harta Sampai Ingin Membawanya Hingga Mati




Kisah Pak Haji Yang Sangat Sayang Pada Harta Sampai Ingin Membawanya Hingga Mati. Adalah Haji Usman. Pemilik salah satu usaha batik dan olahan textil terbesar di Yogyakarta, memang dikenal sangat dermawan, seakan-akan baginya harta sudah tak menjadi berharga. Seakan-akan dunia dan seisinya telah begitu hina di matanya.

Kisah Pak Haji Yang Sangat Sayang Pada Harta Sampai Ingin Membawanya Hingga Mati
Ilustrasi


Ringan baginya membuka kotak tabungannya, mudah baginya mengambil uang dalam kantong sakunya dan seakan-akan tanpa beban dia ikhlas mengulur bantuan pada sesama.

Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Suatu ketika, beberapa pengusaha muda yang masih bersemangat mendatangi beliau.

“Pak Haji, Tolong ajarkan pada kami,” kata mereka, “Bagaimana caranya agar kami bisa seperti pak haji. Bisnis bisa maju dan sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan… Hingga seperti pak haji ini, bersedekah terasa ringan”.

“Wah”, sahut Haji Usman sambil tertawa ramah, “Kalian salah alamat!”

“Lho?” jawab mereka.

“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah.. Lha saya ini sebenarnya SANGAT SAYANG DAN MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai semua aset yang saya miliki.”

“Lho?” kata pengusaha muda sambil melongo.

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..”

Saya tegaskan sekali lagi, saya TIDAK MAU BERPISAH dengan harta kekayaan saya.

Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu…

Titipkan pada masjid
Titipkan pada anak yatim
Titipkan pada fakir miskin
Titipkan pada madrasah
Titipkan pada pesantren
Titipkan pada pejuang fi sabilillah
Titipkan pada guru-guru agama
Titipkan pada karyawan yang rajin ibadah
Titipkan pada saudara dan karyawan yang dirawat sakit

Alhamdulillah ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya sangat bahagia sekali.

Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.

Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat dialam kubur dan di akhirat.

“Lah… Siapa bilang harta tidak bisa dibawa mati….?”

Harta itu dibawa mati… Lalu bagaimana caranya ?

Jagan bawa sendiri… Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yang berjuang di jalanNYA.. dan lain sebagainya.