Dulu Setan Goda Manusia Hingga Auratnya Terbuka, Sekarang Tanpa Digoda Sudah Terbuka




Saya sering melihat meme berseliweran di sosial media, "Paha para wanita ternyata lebih murah daripada paha Ayam. Kalau paha ayam 7000-9000 rupiah. Ternyata paha para wanita sekarang gratis."

Dulu Setan Goda Manusia Hingga Auratnya Terbuka, Sekarang Tanpa Digoda Sudah Terbuka


Celana pendek “hotpant” yang sejarahnya di zaman dulu hanya dipakai oleh para p***cur dan buktinya memang bahwa yang memakai celana tipe itu di jalanan adalah para p***cur. Namun sekarang jadi model trend ABG masa kini.

Entah saya tak mengerti tidak mengerti apa tujuan mereka memamerkan aurat, khususnya di bagian paha dan dada.

Mereka mempunyai semboyan 'Boleh dilihat tapi jangan disentuh'. Buktinya kalau ada yang “nyolek” pasti bakal marah besar atau akan ada “tamparan” plus kata “kurang ajar”. Kalau sudah ada kasus perkos*** atau pelecehan sek***, baru deh mereka akan koar-koar minta dukungan dari komnas HAM dan perlindungan wanita.

“Dasar laki-laki buaya, nafsunya kegedean”

“laki-laki kayak gitu mungkin tidak pernah lihat cewek kali ya? Baru keluar dari hutan kali”

Padahal masalahnya hampir mirip seperti paha ayam goreng yang sedang dilihat sama kucing. Lapar atau tidak lapar, ya pasti bakal habis disikat.

Laki-laki yang tertarik dengan wanita seperti itu sudah pasti hanya laki-laki yang berhidung belang dan tidak setia, kalau sudah jadi suami (misalnya), ya nanti ada “paha” lain ya, disikat juga, atau minimal pandangan matanya yang mengkhianati. Emangnya pengen dapat laki seperti itu?

Sungguh tepat sekali sindiran dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

“Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.”

Setan menggoda Adam dan Hawa, Akhirnya aurat mereka terbuka


يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf:27)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

والتسبب في هتك عورته بعدما كانت مستورة عنه، وما هذا إلا عن عداوة أكيدة

Setan menyebabkan terbukanya aurat mereka padahal sebelumnya tertutup, ini adalah karena permusuhan yang nyata” (Tafsir Ibnu Katsir 3/402, Darut Thayyibah)

Ath-Thabari berkata,

وَنَزَعَ عَنْهُمَا مَا كَانَ أَلْبَسهُمَا مِنْ اللِّبَاس لِيُرِيَهُمَا سَوْآتهمَا بِكَشْفِ عَوْرَتهمَا وَإِظْهَارهَا لِأَعْيُنِهِمَا بَعْد أَنْ كَانَتْ مُسْتَتِرَة

Terlepaslah pakaian dari mereka berdua , untuk memperlihatkan aurat keduanya padahal sebelumnya tertutup.” (Jami’ Bayan li Ta’wil Quran 12/373, Muassassah Risalah)