Di Acara Pemakaman Santoso, Terbentang Spanduk 'Selamat Datang Syuhada Poso'




Di Acara Pemakaman Santoso, Terbentang Spanduk 'Selamat Datang Syuhada Poso'


Di Acara Pemakaman Santoso, Terbentang Spanduk Selamat Datang Syuhada Poso

Jenazah pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso tiba di rumah ibu kandungnya di Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 12.30 WITA. Jenazah Santoso kemudian dimandikan dan dikafani.

Di jalanan menuju kediaman ibu Santoso, terbentang spanduk berukuran tiga kali satu meter yang bertuliskan "Selamat Datang Syuhada Poso, Santoso alias Abu Wardah".

Syuhada', secara harfiah, berarti orang-orang yang telah mati syahid dalam menegakkan agama Allah.

"Alhamdulilah, Santoso mati syahid," kata kakak ipar Santoso, Pono, di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/7).

Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah dikebumikan di pemakaman umum yang terletak dekat rumah ibu Santoso di Dusun Langangan, Kecamatan Poso Pesisir.

Ribuan orang menghadiri acara pemakaman Santoso. Selain warga setempat, mereka berasal dari Kabupaten Morowali, Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, juga dari Palu.

Kehadiran ribuan orang yang terdiri dari simpatisan, kerabat dan keluarga Santoso, serta warga sekitar mengakibatkan kemacetan selama dua jam di sepanjang jalan dari rumah ibu Santoso menuju pemakaman.

Menurut seorang warga yang hadir, Santoso merupakan pahlawan bagi muslim Poso.

"Santoso seorang pahlawan karena mati menegakkan agamanya dan sudah membalas sakit hati saudara-saudaranya ketika konflik Poso yang lalu," kata warga.

Di Acara Pemakaman Santoso, Terbentang Spanduk 'Selamat Datang Syuhada Poso'


Dalam proses pemakaman Santoso, tidak ada pengamanan aparat dari TNI dan Polri yang berseragam.

Hal itu disebabkan karena keluarga Santoso meminta aparat untuk tidak ada di lokasi pemakaman guna menghindari kemungkinan adanya gesekan antara aparat dan para simpatisan Santoso.

Proses pemakaman Santoso pun berlangsung aman dan kondusif.




loading...

close ini