Tayang Saat Sahur, Acara TV Ini Pertontonkan Gamis Bermotif Salib. MUI Pun Turun Tangan




Tayang Saat Sahur, Acara TV Ini Pertontonkan Gamis Bermotif Salib. MUI Pun Turun Tangan

Tayang Saat Sahur, Acara TV Ini Pertontonkan Gamis Bermotif Salib. MUI Pun Turun Tangan

Setiap masuk bulan suci Ramadhan, sejumlah televisi berlomba-lomba menyajikan tayangan yang mampu menghibur dan mendidik umat islam. Beragam acara seperti ceramah hingga hiburan islam pun seakan mengisi setiap waktu-waktu berkumpulnya seorang muslim bersama dengan keluarganya.

Salah satu waktu yang dirasa tepat untuk ditayangkan adalah ketika waktu sahur dimana saat itu umat islam tengah menyantap sahur dan terkadang sembari melihat tayangan-tayangan di televisi untuk menghilangkan kantuk.

Akan tetapi salah satu tayangan sahur yang disiarkan oleh TVRI membuat sebuah perdebatan. Pasalnya dalam acara tersebut tampak dua orang pengisi acara mengenakan gamis dengan motif berbentuk salib. Tentunya hal ini sangat bertolak belakang dimana seharusnya tayangan yang islami tidak mengandung simbol-simbol agama lain.

Atas hal tersebut, MUI yang diwakili oleh Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI, Masduki Baidlowi meminta agar pihak TVRI selaku yang menyiarkan tayangan itu untuk meminta maaf kepada umat islam yang menonton acara tersebut.

“Harus minta maaf, karena itu adalah kesalahan,” ucap Masduki seperti dikutip dari Republika (13/6/2016).

Sementara hal yang berkaitan dengan sanksi, pihak MUI tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi. Yang MUI dapat lakukan hanyalah menyampaikan pengaduan kepada KPI dan kementerian yang bersangkutan agar tidak ada lagi tayangan yang seperti itu.

Tak hanya itu saja, MUI juga akan mengadukan kepada Komisi I DPR dikarenakan TVRI berada dalam naungan dan pengawasan Komisi I DPR RI.

Pengaduan dan sikap MUI tersebut tidaklah berlebihan karena memang dalam acara tersebut sangat jelas memperlihatkan motif salib pada baju gamis kedua pengisi acara.

Baca Juga:


Semoga kita tidak meremehkan hal-hal kecil yang sekiranya merusak akidah. Karena jika sedikit saja meremehkan hal yang kecil, maka lambat laun hal besar pun akan diremehkan. Wallahu A’lam




loading...