Belajar Ketulusan Dari Bunda Maryam




Ketika mendengar hinaan dan omongan tidak enak dari banyak orang karena hamil padahal tak punya suami, Bunda Maryam sangat bersedih.

Hati yang penuh derita dan tubuh sangat kesakitan menjelang melahirkan bayi tanpa ayah yang dikandungnya membuat beliau sempat melontarkan keluhan sebagaimana disebutkan dalam Surat Maryam ayat 23:

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (QS. Maryam: 23)

Belajar Ketulusan Dari Bunda Maryam
Gambar yang diberi lingkaran adalah jidz'in nakhlah atau pangkal pohon kurma


Bunda Maryam merasa bahwa kematian adalah lebih baik baginya daripada menjalani hidup penuh penderitaan. beliau tidak tahu bahwa bayi yang dikandungnya merupakan seorang nabi mulia dan dimuliakan yang menjadi salah satu sebab beliau dimuliakan bahkan diabadikan namanya dalam Al Qur'an.

Andai Bunda Maryam tahu bahwa anak yang dikandungnya adalah seorang Nabi, Maka takkan ada keluhan dan ratapan melainkan syukur dan pengharapan.

Belajar dari kisah Bunda Maryam diatas, Tentunya kita juga sering mengalami problema hidup dengan beraneka macam permasalahan, mulai dari sakit badan sampai sakit hati, mulai dari dikejar-kejar orang sampai mengejar-ngejar orang, mulai dari mengata-ngatai orang sampai dikata-katai orang dan lain sebagainya.

Ketika sudah di titik putus asa, pada umumnya manusia akan mengalami depresi atau stress sambil berharap kematian cepat datang biar masalah cepat selesai.

Kita sering tidak menyadari bahwa dibalik musibah atau permasalahan tersebut bisa jadi ada hikmah sedang dikandung yang biasanya terlihat jelas di akhir cerita.

Oleh karena itu, Tetaplah optimis, jalani saja hidup ini apa adanya. Yakinlah bahwa jika kita sebenar dan setulus Maryam, Allah pasti akan memberikan anugerah yang tak disangka-sangka. Jangan berputus asa, apalagi berhenti berdoa dan berharap kepadaNya, jangan putuskan ikatan hati denganNya yang tak pernah melupakan kita, Semoga.




loading...

close ini