Santriwati Berebut Cium Tangan Non Muslim, Kyai Gontor Ini Geleng-Geleng Kepala




Beredarnya foto-foto Hary Tanoe yang disalami dan diciumi tangannya oleh para santri dan santriwati Pesantren 'Al Falah' Banjarbaru Kalimantan Selatan mengundang polemik dan membuat sebagian ulama' kaget, Salah satu Kyai Muda alumnus Gontor yang bernama KH. Anang Rikza Masyhadi baukan hanya kaget, tapi sangat malu bahkan sampai geleng-geleng kepala melihat fenomena seperti ini.

Dalam akun resmi facebooknya, beliau menuliskan beberapa catatan penting terkait foto-foto Hary Tanoe tersebut.

Santriwati Berebut Cium Tangan Non Muslim, Kyai Gontor Ini Geleng-Geleng Kepala


Karena banyaknya pertanyaan yang masuk ke saya terkait foto di atas, maka saya merasa perlu menyampaikan sikap sebagai salah seorang yang diamanati mengasuh sebuah pesantren:

Kedua pemandangan di atas sungguh sebuah ironi. Terlepas dari perdebatan fiqhiyah boleh tidaknya non-muslim masuk masjid, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu saya kritisi:

1. Jangan merendahkan diri di hadapan non-muslim, apalagi dengan reputasi pergerakan yang nyata-nyata seringkali melukai hati umat, seperti penyelenggaraan miss word, dsb.

2. Santri perlu dididik tentang makna "izzah" dan "iffah" yaitu kemuliaan jati diri sebagai muslim dan kesuciannya. Ini harus diteladankan oleh kiainya, orang non-muslim seperti HT menurut saya tidak pantas dicium tangan. Santri lebih mulia.

3. Lebih miris lagi adalah pemandangan santriwati yang berebut menyalami HT dan menciumi tangannya. MasyaAllah, ini pemandangan yang menyayat hati. Selain karena faktor non-muslim, apakah dibenarkan gadis-gadis muslimah yang suci dan mulia itu mengerubuti HT seperti itu? Dimana ajaran dan syariat Islam diletakkan? Sungguh, saya malu sebagai muslim.

4. Jangan mengotori kesucian dan keikhlasan para santriwati itu. Mereka adalah amanah umat yang harus dijaga betul, di saat banyak pula gadis-gadis usia sekolah yang sudah terlibat seks bebas, narkoba dll. Para santri dan santriwati adalah aset mahal yang dimiliki umat.

5. Sementara, di pesantren kami di Gontor Putri, dengan ribuan santriwatinya, kiai pengasuh saja tidak boleh bersentuhan berlebihan seperti itu.

6. Kalau soal toleransi dan menghormati tamu, itu soal lain. Tapi tidak sampai sebegitunya. Kami biasa menerima tamu non-muslim, tionghoa, bahkan juga ada yang hindu dsb. Sudah puluhan bahkan tak terhitung lagi. Mereka datang dalam rangka bicara kerjasama yang dinamis. Kami hormati layaknya tamu secara WAJAR & SEJAJAR. Diterima di ruang pimpinan, bukan di masjid, dan santri pun menerimanya scr wajar. AlhamdulilLaah mereka sudah kami pahamkan antara menghormati tamu dan memelihara "izzah" dan "iffah".

7. Tetapi ada juga tamu-tamu non-muslim yang kami tolak datang, karena reputasinya yang sangat kelam; seperti pengusaha hitam, peminum berat, tukang judi, dan keburukan-keburukan lainnya. Mohon maaf, Kalau yang seperti ini tidak bisa kami terima.

8. Akan tetapi banyak pula, bahkan sudah puluhan non-muslim yang datang untuk menyatakan keislamannya. Kami sambut hangat dan disyahadatkan di masjid disaksikan para santri, untuk selanjutnya didoakan dan diberi hadiah karena mualaf. Selanjutnya kami dampingi dengan guru yang akan membimbingnya tentang islam.

9. Inilah wolak-walike zaman. Dibutuhkan kecerdasan, kematangan dan tentu saja keteguhan iman para pemimpin umat, terutama yang mengasuh pesantren.

Eman-eman pesantrennya, ini benteng umat!

Santriwati Berebut Cium Tangan Non Muslim
Ketika Tangan Hary Tanoe Dicium Para Santri


Dengan memakai busana khas muslimin dan berkalungkan sajadah di pundaknya. Hary Tanoe disambut dengan lantunan massal lagu pujian "Thola'al badru 'alaina ... " yang dulu dilantunkan untuk Rosulullah shollallohu 'alaihi wasallam, banyak kaum muslimin sampai merunduk-runduk terhadapnya, diciumi tangannya oleh muslim bahkan oleh muslimah padahal kita tahu lelaki dan perempuan yang bukan mahrom dilarang bersentuhan kulit, dan tak perlu menghormati non muslim sampai sama seperti kita menghormati orangtua kita dalam Islam, dst.

Santriwati Berebut Cium Tangan Non Muslim
Santriwati Berebut Cium Tangan Hary Tanoe

Karena uang? Politik? Kekurangtahuan muslim akan Islam? Nafsu? Kombinasi semua ini plus lain-lain? Wallahu A'lam.

Bagaimana sebenarnya hukum merendahkan diri terhadap non muslim?

Berikut fatwa salah satu Ulama panutan madzhab Syafi'i Syaikhul Islam Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami Asy Syafi’i rahimahullah.

وسئل نفع الله تعالى بعلومه هل يجوز للمسلم ان يقبل يد الحربي المشرك وان يقوم اليه وان يصافحه وان يتخضع اليه وكل ذلك لينال منه مالية واذا قلتم بعدم الجواز فما يترتب عليه وما ذا يلزمه؟

فأجاب بقوله ﻻيجوز للمسلم ان يعظم الكافر بنوع من انواع التعظيم سواء المذكورات وغيرها ومن فعل ذلك طمعا في مال الكافر فهو آثم جاهل كيف وقد قال صلى الله عليه وسلم من تواضع لغني ﻻجل غناه ذهب ثلثا دينه فإذا كان التواضع للمسلم الغني يذهب ثلثي دينه فما بالك بالتواضع للكافر؟ والله سبحانه وتعالى اعلم

Ibnu hajar Al Haitami diberikan pertanyaan Fatwa;

Bolehkah bagi seorang muslim, Mencium tangan kafir harbi, Juga berdiri menyambutnya dan menyalaminya dan melakukan penghormatan kepadanya yang mana hal itu di lakukan untuk memperoleh uang darinya? Jika anda berpendapat tidak boleh, Maka apa yang akan berdampak kepadanya juga yang wajib baginya?

Beliau menjawab:

Bagi orang muslim tidak boleh mengagungkan non muslim dengan cara tersebut dan sebagainya. Barangsiapa yang melakukannya untuk memperoleh harta mereka, Maka dia merupakan pendosa yang bodoh. Bagaimana tidak? Sedangkan Nabi Shollallahu alaihi wasallam telah bersabda; “Barangsiapa yang tawadlu’ kepada orang kaya karena kekayaannya, Maka hilanglah dua pertiga agamanya”. Jika tawadlu’ terhadap sesama muslim yang kaya saja dapat menghilangkan dua pertiga agama, Apalagi tawadlu’ terhadap mereka? Wallahu alam. (Al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubro)

Ya Allah, Tunjukkanlah kami jalan-Mu yang lurus.

Sumber: KH. Anang Rikza Masyhadi