Jangan Buruk Sangka Dulu Jika Doa Doamu Tak Pernah Dikabulkan.. Mungkin Ini Sebabnya!




Sebagai umat Islam yang mempercayai keberadaan Allah SWT, kita tak mungkin bisa hidup tanpa berkomunikasi denganNya. Tak ada satupun tempat untuk kita berharap dan memohon selain hanya kepada-Nya. Bagaimana cara kita meminta? Caranya adalah dengan berdoa.


Jangan Buruk Sangka Dulu Jika Doa Doamu Tak Pernah Dikabulkan.. Mungkin Ini Sebabnya!

Kita berdoa dengan tujuan memohon dan meminta sesuatu yang belum kita raih dan berharap Dia mengabulkan permohonan kita tersebut. Entah dalam waktu cepat atau lambat. Sebagian ulama menjelaskan bahwa Allah SWT sama sekali tak pernah menyia-nyiakan doa yang kita lantunkan. Namun Allah hanya akan mengabulkan permohonan yang kita ucapkan dalam doa kita di waktu yang tepat di waktu kita benar-benar membutuhkan realisasi doa tersebut.

Namun, Seiring perkembangan jaman terlihat bahwa manusia semakin dangkal dalam memahami penyebab doa tidak dikabulkan, Banyak manusia di jaman sekarang hanya mau meminta tanpa memperhatikan apakah dia sudah pantas untuk diberi dan sudah benar dalam meminta.

Padahal panutan kita, Baginda Nabi Agung Muhammad SAW telah menjelaskan beberapa penyebab doa kita tidak pernah dikabulkan, Salah satunya adalah sebagai berikut,

Salah Satu Penyebab Tidak Terkabulnya Doa: Makanan

Makanan adalah sesuatu yang kita usahakan untuk dicari dan kita masukkan kedalam perut kita, Makanan yang kita makan akan diambil dari saripatinya untuk kemudian menjadi darah dan daging. Oleh karena dari itu apa yang kita makan akan menjadi darah daging dalam tubuh kita.

Jika makanan tersebut diusahakan dari cara yang baik dan halal maka dalam tubuh akan mendarah daging menjadi hal yang baik. Sebaliknya jika makanan yang dimakan diusahakan dengan cara yang buruk maka akan mendarah daging pula menjadi sesuatu yang buruk dalam tubuh.

Kebaikan dan keburukan makanan tidak hanya bisa dinilai dari rasa dan bentuknya, Namun bisa dilihat dari usaha makanan itu didatangkan, bagaimana cara mendapatkan makanan tersebut. Apakah dengan cara yang halal atau dengan cara haram?

Dalam sebuah hadist shahih riwayat Imam Thabarani, Ia mengatakan bahwa dahulu Sahabat Sa’ad Bin Ali Waqash pernah meminta pada baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mendoakan dirinya agar segera di kabulkan. Karena menurut Sa'ad, Rasulullah adalah orang yang paling dekat dengan Allah, Sudah barang tentu jika di doakan olehnya maka akan cepat dikabulkan.

Namun, Rasulullah SAW mengingatkan pada Sa'ad agar memperbaiki apa yang dimakan olehnya, Karena dengan hal tersebut doa yang dilantunkan akan segera cepat dikabulkan.

Hai Sa’ad perbaikilah makanan mu maka niscaya doamu akan di kabulkan. Sesungguhnya orang yang telah memasukan makanan haram kepada tubuhnya maka doanya tidak akan diterima selama 40 hari”. (HR. Thabrani)

Bukan hanya itu saja sebuah riwayat yang menunjukan bukti bahwa makanan adalah hal yang paling vital demi terkabulnya doa-doa kita.

Ada sebuah kisah, Seorang ulama di Saudi dikenal setiap doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Suatu ketika ulama tersebut pergi ke pasar untuk membeli kurma, saat penjual kurma sedang melayaninya dan menimbang kurmanya, dia melihat ada satu kurma yang tergeletak di dekat timbangan. Secara tak sadar ia mengambil kurma tersebut dan memakannya. Ia mengira bahwa kurma yang jatuh dekat timbangan adalah kurma miliknya yang jatuh saat ditimbang.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Ulama tersebut tak merasakan perubahan, hingga suatu malam ketika dia sedang berdzikir terdengar suara-suara gaib yang sedang bercakap-cakap di belakangnya.

Lihat, lelaki tua itu.. Ia dulunya selalu dikabulkan permintaannya oleh Allah, Namun sekarang doa-doanya tidak akan diterima selama 40 hari karena dia telah memakan sesuatu yang bukan haknya”.

Mendengar suara tanpa rupa tersebut, lelaki itu kebingungan dan tak bisa tidur memikirkan dan mengingat ingat makanan haram apakah yang telah masuk dalam perutnya. Paginya barulah dia ingat sewaktu membeli buah kurma di pasar. Kemudian lelaki ini kembali ke pasar dan mencari pedagang kurma yang dulu dibelinya.

Sayangnya ketika telah sampai di pasar pedagang kurma telah berganti rupa. Begitu dia meminta penjelasan barulah dia paham jika pedagang kurma yang dulu telah meninggal dunia dan kini anaknya yang meneruskan. Maka diapun segera menceritakan perihal yang menimpa dirinya, sang anak memaafkan dan mengikhlaskan kurma itu.

Namun ternyata ahli waris dari pedagang kurma itu bukan hanya satu orang melainkan ada 7 orang, maka pergilah lelaki alim itu menemui satu persatu ahli waris sang pedagang kurma. Setelah semua 7 ahli waris memaafkan dan mengikhlaskan satu kurma tersebut beliau tampak lega. Sambil menuju perjalanan pulang terdengarlah kembali suara gaib dibelakangnya,

Lihatlah.. dia adalah lelaki tua yang kemarin doa-doanya tak sampai, Namun sekarang Allah sudah mengabulkan doanya”.

Pelajaran Dari Pentingnya Makanan Halal Terhadap Doa Kita

Melihat hadits rasulullah dan kisah yang sarat akan hikmah diatas tentunya kita harus segera menyadari dan meyakini bahwa makanan adalah satu penyebab tidak dikabulkannya doa yang sering kita panjatkan.

Apalagi manusia di jaman sekarang ini banyak yang menganggap remeh perihal makanan ini. Apa aja yang ada langsung dimakan karena menganggap siapapun yang memiliki pasti akan mengikhlaskannya.

Padahal tak sepatutnya kita bersikap seperti itu. Karena realitanya ikhlas adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Dan jika seseorang tidak mau mengikhlaskan apa yang telah kita makan walaupun satu butir nasi maka hal ini sudah bisa dianggap makanan haram. Oleh karena itu sudah semestinya sebagai seorang muslim kita berhati-hati dalam memperhatikan makanan yang masuk dalam perut kita.

Wallahu A'lam