Kisah Nyata: Jagalah Ucapanmu Wahai Bunda.. Jika Tak Ingin Anakmu Tertimpa Ini

Diposting pada

Ini adalah kisah nyata yang sarat akan hikmah, Terkait dengan ucapan yang disampaikan seorang ibu terhadap anaknya, Kisah yang teks aslinya menggunakan bahasa arab ini tersebar di berbagai group dan milis, Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan terjemahan bebas. Berikut kisahnya:

Bismillah.. Kutuliskan kisah ini dengan airmata yang membanjir…

Suatu hari saya sedang membersihkan rumah, tiba-tiba anak lelaki saya datang, ia masih kecil waktu itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca dan pecah.

Saya benar-benar marah ketika itu, karena hiasan itu amat mahal harganya, hadiah istimewa dari ibu yang saya jaga dengan sangat baik.

Karena terlalu marah, saya kehilangan kontrol dan melontarkan kata-kata: “Semoga kamu tertimpa dinding bangunan dan tulang belulangmu hancur”

Beberapa tahun berlalu, saya lupa akan doa itu, sayapun tidak menganggapnya penting, dan saya tidak tahu bahwa ternyata doa itu telah naik keatas langit…

Anak lelakiku dan saudara-saudarinya yang lain semakin besar, rasanya dialah yang paling saya cintai dari anak-anakku yang lain. Dialah yang paling saya khawatirkan. Ia pula yang paling berbakti kepadaku dibanding yang lain. Dia telah tamat belajar, bekerja dan sudah waktunya untuk saya mencarikannya pasangan. Dan diperolehlah pasangan hidup buatnya.

Ayah pasangannya memiliki sebuah gedung tua yang hendak direnovasi. Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gedung itu. Para pekerja sudah bersiap-siap untuk merenovasinya.

Ditengah aktivitas pekerjaan, anakku pergi agak jauh dari yang lainnya, para pekerja tidak tahu ada ia disana, bangunan yang sengaja dirobohkan untuk di renovasi itu jatuh menimpanya..

Anakku berteriak hingga suaranya tidak terdengar lagi, semua pekerja berhenti, mereka ketakutan dan kuatir. Mereka kemudian menyingkirkan dinding yang menghimpit anakku itu dengan susah payah dan segera memanggil ambulans. Mereka tidak bisa mengangkat badan anakku…Ia remuk, seperti kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping…

Mereka membawanya dengan amat sulit dan segera memindahkannya untuk pertolongan lebih lanjut… Ketika ayahnya menghubungi saya untuk mengabarkan itu… Seakan Allah menghadirkan kembali apa yang telah saya doakan untuknya dahulu ketika ia kecil

Saya menangis hingga jatuh pingsan. Ketika sadar saya berada di rumah sakit Dan saya meminta untuk melihat anak saya… Ketika melihatnya… Ya Rabb.. andaikan aku tidak melihatnya dalam keadaan seperti itu… saya melihatnya, Seakan-akan Allah berkata : Nih. ini doamu kan? Sudah saya kabulkan setelah sekian lama: Doa orang tua itu mustajab dan sekarang aku akan mengambilnya.

Seketika itu juga jantung saya seakan berhenti berdetak, Anak saya menghembuskan nafas terakhirnya. Sembari berteriak dan menangis saya berkata: Andaikan ia hidup lagi, tidaklah mengapa jika dia hancurkan seluruh perabot rumah… asalkan saya tidak kehilangan dia.

Andaikan lidah saya ini terpotong dan tidak mendoakan yang sedemikian..andaikan ruhkupun turut bersamamu nak,,hingga saya bisa beristirahat dari kepedihan yang saya rasakan sepeninggalmu….. andaikan… andaikan dan banyak andaikan yang sudah tiada berguna.

Pesan untuk semua yang bergelar ibu: Jangan terburu-buru mendoakan anakmu ketika sedang marah…

Berlindunglah kepada Allah dari godaan setan. Jika kamu ingin memukulnya, pukul aaja, tapi jangan mendoakannya macam-macam, sehingga kalian akan menyesal seperti saya…

Kisah yang sangat menginspirasi. Tolong sebarkan ke seluruh saudara dan sahabat anda,Cepat atau lambat doa ibu pasti akan terjawab..

Loading...