Sebelum Melamar.. Pikirkan Baik-Baik Tentang Hal Ini!!!

Diposting pada

KabarMakkah.Com – Urusan pernikahan adalah urusan yang sangat krusial. Memilih pasangan hidup haruslah berhati-hati karena jika Allah menghendaki memberikan umur panjang, kita akan menghabiskan waktu hidup yang relatif lama bersama pasangan hidup. Salah pilih akan menyebabkan biduk rumah tangga hancur tak sampai tujuan. Untuk itu, wahai pemuda jangan lupakan ini sebelum melamar.

Sebelum Melamar.. Pikirkan Baik-Baik Tentang Hal Ini

Jangan terbawa arus, Jangan terjebak dalam budaya jahiliyyah.

Pacaran dianggap lumrah. Bahkan sebagian besar remaja merasa terhina jika sampai umurnya di detik ini ia belum pernah pacaran. Hasutan teman-temannya pun semakin membuat hatinya panas. Ditambah sangkaan demi sangkaan orang tuanya yang menganggap ia tidak normal karena tidak juga membawa pacar main ke rumah.

Alhasil si pemuda akhirnya memberanikan diri, menyatakan cinta pada gadis pujaan jiwa. Pernyataan cintanya disambut dengan senyum bahagia karena ternyata si gadis juga menyimpan rasa. Resmilah ia sekarang berstatus sebagai pacar dari seseorang.

Jika ditanya kenapa tidak nikah saja, maka ia akan tertawa terbahak-bahak. “Bagaimana aku akan memberi makan anak orang, aku saja sekarang masih berstatus sebagai pelajar,” jawabnya. Ternyata si pemuda sadar bahwa dirinya belum mumpuni untuk menikah. Lalu mengapa engkau memacari anak orang?

Kembali dengan senyum mengembang, ia menjawab:” Ya… daripada menyandang status jomblo tak laku. Lagian kita pacaran kan buat having fun. Serius amat sih jadi orang. Ya… kalau jodoh nantinya syukur, karena berarti kita sudah jauh mengenal pasangan kita dari sekarang, kalau enggak pun tak jadi masalah”.

Begitulah budaya bangsa yang mayoritas penduduknya mengaku sebagai muslim. Baik orang tua maupun anaknya telah menganggap hal yang salah sebagai hal yang lumrah. Karena budaya ini, akhirnya banyak orang tua yang terpaksa menikahkan anaknya -yang masih duduk si bangku sekolah- sebab telah menghamili anak orang.

Walaupun pernikahan yang berlangsung karena kecelakaan ini diselenggarakan tak kalah meriah dibanding pernikahan normal, namun tetap akan terjadi ketidaknormalan perahu rumah tangga. Nahkoda kapal belum siap memegang kemudi baik secara materil maupun moril. Kepalsuan yang selama ini ditampakkan dalam masa pacaran akhirnya terbongkar.

Dulu, bekas pacar yang sekarang menjadi istri, selalu bertutur kata lembut. Dulu, bekas pacar yang sekarang menjadi sitri, selalu penuh perhatian. Dulu, bekas pacar yang sekarang menjadi istri selalu tersenyum manis.

Sekarang, ketika suami pulang tak bawa uang, raut muka sang istri menjadi sangar, kasar kata-katanya. Jangankan menyuguhkan segelas air untuk mengusir penatku, ia malah berbalik dengan membanting pintu.

Percekcokan demi percekcokan pun selalu tak pernah habis mewarnai rumah tangga tersebut. Alhasil rumah tangga itu oleng terancam karam dalam usia yang masih seumur jagung. Padahal sudah ada buah hati yang telah lahir dalam hitungan bulan. Jika sudah begini, anaklah yang jadi korban. Korban perilaku kedua orang tuanya yang dulu menyimpang dari nilai-nilai kebenaran.

Untuk itu, wahai saudaraku.. janganlah engkau terjerumus dalam budaya negatif. Jika sekarang sudah terlanjur, bertaubatlah dan segera adakan islah perbaikan diri. Pilihlah istri dengan jalur yang benar. Jalur yang akan membawa kebahagiaan biduk rumah tangga haqiqi.

Saudaraku.. Pikirkan baik-baik sebelum melamar calon istri. Jika calon istrimu mempunyai riwayat sering bergonta-ganti pacar, ada baiknya tinjau kembali rencanamu melamarnya. Karena jika sekarang saja calon istrimu telah sering kali berganti pacar, mungkin saja suatu saat ia ingin menggantimu sebagai suami.

Loading...