“Muqaddimah” Ibn Khaldun Jadi Bacaan Wajib Bos Facebook

Diposting pada

KabarMakkah.Com – Pendiri sekaligus Bos Facebook, Mark Zuckerberg ternyata adalah seorang pengagum ilmuwan muslim, Ibnu Khaldun. Melalui status Facebook yang ditulisnya pada 1 Juni 2015 lalu, Anak muda terkaya di dunia ini mengaku tengah membaca buku Muqaddimah yang dikarang oleh ilmuwan Muslim, Ibnu Khaldun.

“Bacaan saya selanjutnya dalam A Year of Books adalah Muqaddimah karangan Ibnu Khaldun,” kata Mark dalam akun Facebook-nya, Kamis (4/6)

facebook
Muqaddimah Ibn Khaldun – Bos Facebook Wajib Baca

Mark menjelaskan, Ibnu Khaldun adalah seorang intelektual besar di jamannya yang dalam kitab Muqaddimahnya menceritakan tentang sejarah dunia di tahun 1300-an.

“Ini adalah sejarah dunia yang ditulis oleh seorang ilmuwan besar yang hidup di tahun 1300-an. Isi buku ini fokus tentang sosialogi masyarakat dan budaya aliran, termasuk penciptaan kota, politik, perdagangan dan ilmu pengetahuan.” Terang Mark.

“Meski setelah 700 tahun kemudian banyak hal-hal yang diyakini dalam buku tersebut tak terjadi, namun buku tersebut tetap sangat menarik bagi saya, Karena disana kita bisa melihat bagaimana pandangan dunia secara keseluruhan ketika semua hal dianggap sama,” tulis bos FB tersebut.

Sebagai informasi, Mark mempunyai resolusi tahun 2015 yang salah satunya tentang keinginannya membaca karya-karya penting dari ilmuwan besar dan mendirikan sebuah klub baca intelektual.

Resolusi ini akan dilaksanakan selama dua pekan sekali dan didiskusikan bersama dalam komunitas Facebook.

Klub Baca milik Mark Zuckerbeg ini hanya memfokuskan pada karya-karya ilmuwan dengan ide besar yang diyakini berpengaruh besar pada masyarakat dan dunia bisnis.

Ibnu Khaldun adalah intelektual Muslim besar dalam sejarah. Pemilik nama lengkap Abu Zayd Abdur Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami dikenal sebagai Bapak Sosiolologi Dunia. Selain itu ia juga disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi dan ekonomi. Salah satu karyanya yang monumental dan sering dijadikan rujukan di universitas-universitas eropa adalah “Muqaddimah” (Pendahuluan).

Nah, Jika Mark Zuckerberg yang bukan seorang muslim saja suka baca buku-buku karya orang islam dan mengagumi penulisnya, Lalu kenapa banyak orang islam jaman sekarang malah suka baca buku karangan orang-orang atheis?

Loading...