JK Larang Putar Kaset Qur’an Di Masjid, Gereja Se Indonesia Angkat Suara

Diposting pada

KabarMakkah.Com – Dalam menanggapi pernyataan JK mengenai Polusi Suara Qur’an, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) berbeda sikap dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta agar rekaman suara kaset Alqur’an tak diperdengarkan sebelum dimulainya sholat di masjid-masjid. Juru bicara PGI Jeirry Sumampow menilai Jusuf Kalla tak perlu mempermasalahkan suara rekaman pengajian di masjid dan adzan yang volumenya keras.

“Saya sudah beberapa kali juga mendengar keluhan Pak JK itu, bagi kami di PGI tidak mempermasalahkan suara azan atau pengajian dengan pengeras suara di masjid-masjid,” ujar Jeirry seperti dilansir dari CNN Indonesia

Jusuf Kalla Melarang Putar Kaset
Jeirry Sumampow (Berpeci)

Menurut anggapan Jeirry, daripada JK mempersoalkan rekaman quran dan juga adzan yang suaranya keras lebih baik beliau memikirkan hal-hal yang jauh lebih penting soal kehidupan beragama yang lainnya. “Buat kami soal suara adzan dan suara dari kaset pengajian di masjid-masjid tidak ada masalah, bukan substansial itu,” kata Jeirry.

Lebih dari itu, Jeirry berpendapat pernyataan JK yang meminta fatwa Majelis Ulama Indonesia agar mengkaji pengajian yang menggunakan kaset malah berpotensi menggiring pemikiran masyarakat untuk menganggap menjadi sebuah persoalan. “Di PGI menganggapnya (suara pengajian dan adzan) remeh-temeh itu,” ucapnya. “Pernyataan JK itu justru bisa memicu munculnya persoalan baru yang seharusnya tidak perlu terjadi.”

Baca: JK: Suara Kaset Qur’an Bisa Bikin Polusi Suara

Mantan Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI ini mengklaim tidak ada alasan bagi umat Kristiani untuk memprotes rekaman pengajian atau suara adzan yang terdengar keras. “Kalau (umat Kristen) keberatan dalam kerangka apa? Toh selama ini kami sudah terbiasa mendengarnya dari masjid-masjid,” jelas Jeirry.

Jeirry juga mempertanyakan bila ada umatnya yang mempermasalahkan suara adzan atau pengajian.

polusi suara JK

“Sekian lama kami bisa hidup di lingkungan yang seperti itu selama ini, mendengar suara-suara itu (pengajian dan adzan) di jam-jam tertentu,” ujarnya.

Jeirry mengklaim dapat memahaminya kalau memang ritual dalam agama Islam seperti itu.

“Ya tidak masalah, tidak terganggu,” jelasnya.

Dia menambahkan, seharusnya JK sebagai Wakil Presiden dan juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia kalau memang mengkritik suara rekaman pengajian atau azan yang keras tak hanya melalui perkataan saja.

Baca Juga: Jubir JK: Gus Dur Juga Larang Kaset Pengajian Diputar Di Masjid

“Apa tindakannya, jangan sekadar ngomong, bikin regulasi, pengaturannya secara jelas,” ujar Jeirry.

Loading...