Wafatnya Raja Abdullah Pertanda Munculnya Imam Mahdi, Benarkah?

Diposting pada

KabarMakkah.Com – Arab Saudi masih berduka atas wafatnya Raja Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz pada dini hari tadi, akan tetapi sudah banyak berbagai pesan berantai tersebar di dunia maya, group facebook, bbm dan media sosial lainnya perihal tentang kematian beliau yang dihubungkan dengan akan munculnya Imam Mahdi.

Tak tanggung-tanggung, issu tersebut dikaitkan dengan sebuah hadits. dalam pesan berantai tersebut disebutkan bahwa di akhir zaman, akan ada sebuah kisah di mana negeri Hijaz akan dipimpin oleh seorang penguasa yang namanya adalah nama hewan, ia memiliki mata yang bermasalah. Raja yang bernama hewan ini kemudian meninggal dan digantikan oleh saudaranya yang bernama Abdullah. Lantas, jika raja bernama Abdullah ini meninggal, maka akan muncul Imam Mahdi. (baca juga Raja Abdullah Meninggal Dunia, Seluruh Saudi Berduka)

Berikut adalah hadits yang sudah banyak tersebar tersebut beserta terjemahnya:

يحكم الحجاز رجل اسمه اسم حيوان إذا رأيته حسبت في عينه الحول من بعيد، وإذا اقتربت منه لا ترى في عينه شيئا، يخلفه أخ له اسمه عبدالله، ويل لشيعتنا منه -أعادها ثلاثا- بشروني بموته أبشركم بظهور الحجة

“Negeri Hijaz akan dipimpin oleh seorang pria yang namanya adalah nama binatang, ketika Anda melihatnya dari kejauhan, anda akan berpikir ia memiliki mata sayu, dan jika Anda mendekatinya, Anda tidak melihat ada masalah di matanya. Dia akan digantikan oleh saudara laki-lakinya yang bernama Abdullah. Celakalah mengikutinya! Celakalah mengikutinya! Celakalah mengikutinya! – Beliau mengulanginya tiga kali – Beri aku kabar baik tentang kematiannya, maka aku akan memberikan kabar baik tentang munculnya hujjah (Al Mahdi).” (katanya diriwayatkan dalam Musnad Ahmad)

Akhir Zaman
King Fahd

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kerajaan Arab Saudi diperintah oleh Raja bernama Fahd (artinya: macan tutul, cheetah, leopard). Setelah ia meninggal dunia digantikan oleh saudara laki-laki nya bernama Raja Abdullah.

Tanggapan Dari Segi Ilmu Hadits

Sebelum membenarkan sebuah hadits kita harus cek dan ricek validitas hadits tersebut, agar tidak terjerumus pada fitnah dan hadits palsu.

Pertama, kita harus meneliti apakah benar hadits semacam itu pernah ada diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau tidak. karena hukum bagi orang yang berdusta dan menyebarkan kabar bohong atas nama Rasulullah adalah Neraka.

Setelah dilakukan penelusuran dalam kitab Musnad Ahmad, hadits seperti di atas ternyata tidak pernah ditemukan dalam kitab tersebut. Demikian juga dalam kitab-kitab hadits lainnya.

Akan tetapi, hadits diatas bisa ditemukan dalam kitab-kitab hadits Syi’ah. contoh hadits yang serupa dengan hadits diatas adalah seperti di bawah ini

عن أبي بصير ، قال : سمعت أبا عبدا لله يعني الإمام الصادق عليه السلام  قال :من يضمن لي موت عبد الله أضمن له القائم . ثم قال: إذا مات عبد الله لم يجتمع الناس بعده على أحد ، ولم يتناهَ هذا الأمر دون صاحبكم إن شاء الله . ويذهب ملك السنين، ويصير ملك الشهور والأيام . فقلت : يطول ذلك ؟ قال : كلا

Dari Abu Bashir, dia mengatakan, aku mendengar Abu Abdullah, yakni Al-Imam Ash-Shadiq Alaihissalam, dia berkata, “Siapa yang memberi jaminan kepada saya bahwa kematian Abdullah membuat keadaan menjadi aman?” Dia lalu berkata, “Apabila Abdullah meninggal dunia, manusia tidak akan bersatu untuk menyetujui seorang pun sebagai raja yang menggantikannya. Urusan ini tidak akan bisa diselesaikan oleh orang selain sahabat kalian (Al-Mahdi) Insya Allah. Raja yang memerintah bertahun-tahun akan meninggal, dan akan digantikan oleh raja yang memerintah hanya dalam hitungan bulan dan hari.” Aku (Abu Bashir) bertanya, “Apakah itu akan berlangsung lama?” Al-Imam Ash-Shadiq menjawab, “Tidak akan lama.” (Al Ghaibah, Syaikh Ath-Thusi, halaman 447).

Hadits semisal juga terdapat dalam kitab hadits Syi’ah lainnya, misalnya dalam Biharul Anwar 52/210, kitab Al Khira’ah wal Jira’ah jilid 3 halaman 1163, dan Mu’jam Ahadits Imam Al Mahdi 3/445.

Dengan demikian, bisa dipahami bahwa semua hadits yang disebut di atas merupakan hadits palsu karangan golongan Syi’ah. jadi mohon hati-hati jika membaca issu yang “kabur” semacam ini.


Dari Segi Politik

Dari dulu sampai sekarang Saudi Arabia dengan paham “wahabinya” dimusuhi oleh banyak pihak, dicaci maki, dihina dan dikucilkan oleh bermacam-macam golongan, mulai dari HT, Ikhwanul Muslimin, Syiah bahkan ISIS pun juga memusuhi Saudi.

Berbagai tuduhan mulai dari Saudi Antek Amerika sampai Saudi Keturunan Yahudi dll dilontarkan untuk menghasut umat islam agar ikut-ikutan membencinya. hanya dengan bukti foto-foto penguasa Kerajaan Saudi yang sedang akrab bertemu dengan Penguasa Amerika mereka mengatakan bahwa Dinasti Saud adalah sekutu Amerika.

akhirzaman
Bush – Abdullah

Hal yang sangat tidak logis jika foto-foto semacam itu dijadikan bukti yang valid. karena semua negara di dunia ini pada dasarnya adalah saling “bersahabat” dibawah satu bendera yang bernama PBB demi menjaga keamanan dan perdamaian dunia (Baca: Indonesia takkan pernah merdeka jika Amerika tidak meluluh lantakkan Jepang, Agustus 1945) begitupun juga dengan Presiden dan mantan-mantan Presiden Indonesia, mereka pun juga pernah berpose dengan penguasa negara adikuasa maupun penguasa negara lainnya. andaikan dua orang di foto diatas bersekutu untuk menghancurkan islam tentunya sudah dari dulu Ka’bah berada di tangan Amerika. (baca juga: Video Obama Kelimpungan Ditinggal Sholat Oleh Salman)

Tuduhan lain yang di alamatkan kepada Saudi yang sempat heboh di media adalah tentang masalah penggusuran makam nabi muhammad, setelah di cek dan ricek ternyata hanya bualan syiah belaka.

Wajar bila mereka melakukan hal itu, karena Saudi dengan “Mekkah” dan “Madinah” nya merupakan aset vital umat islam seluruh dunia. semua kelompok “yang iri” ingin menguasai dan merebutnya dari genggaman dinasti Saud. sebab dengan menguasai Saudi tentunya akan dengan mudah menguasai umat Islam sedunia.

Loading...