Baru Dilantik Sepekan, Raja Salman Rombak Kabinet Besar Besaran

Diposting pada

KabarMakkah.Com – Raja baru Arab saudi, King Salman Bin Abdul Aziz, telah mengumumkan perombakan kabinet secara besar-besaran, sepekan setelah ia naik takhta. Ia mengganti beberapa pos penting dalam pemerintahan, seperti jabatan kepala intelijen, kepala Dewan Keamanan Nasional, gubernur Mekkah, gubernur Riyadh, dan beberapa pejabat agama senior.

Para pengamat politik mengatakan bahwa apa yang dilakukan raja Salman ini adalah reshuffle terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Kerajaan Arab Saudi. Bahkan ruang lingkupnya bukan hanya menteri, tapi juga beberapa jabatan penting di lembaga-lembaga yang strategis.

King Salman
King Salman (Reuters)

Perombakan yang cukup menarik perhatian adalah digesernya 2 anak Raja Abdullah sebagai Gubernur. yaitu Pangeran Faishal bin Bandar bin Abdul Aziz sebagai gubernur Riyadh akan menggantikan Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdulaziz. dan gubernur Makkah Pangeran Misy’al bin Abdullah bin Abdul Aziz dicopot dan digantikan oleh Pangeran Khalid bin Faishal bin Abdul Aziz Alu Saud, sekaligus dia sebagai penasehat raja.

Mengenai jabatan menteri, perombakan besar nyaris terjadi di semua pos kementerian. Yang cukup menarik adalah menteri agama Saudi, Syaikh Sulaiman Abal Khail yang belum lama dilantik akan digantikan oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh, yang tak lain adalah menteri agama sebelumnya.

Kabar menarik lainnya adalah tentang Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatri, ulama muda kharismatik yang pernah dipecat dari Hai’ah Kibar Ulama Saudi (semacam MUI di Indonesia) pada masa Raja Abdullah karena pandangan kritisnya terhadap ikhtilath (campur baur antara laki perempuan) di King Abdullah University of Science and Technology, dia kini diangkat menjadi anggota dewan penasehat kerajaan.

Dan yang paling heboh adalah keputusan King Salman memberikan bonus dua bulan gaji kepada seluruh PNS Arab Saudi, anggota militer dan mahasiswa serta para pensiunan. Hal ini juga berlaku bagi para penyandang kebutuhan khusus yang memiliki masalah sosial.

Kebijakan Salman dalam merombak besar-besaran susunan pejabat dan institusi di Kerajaan Saudi ini diperkirakan paling tidak menghabiskan dana 30 milyar USD.

Loading...