Tenda Haji Indonesia di Arafah Roboh Diterpa Badai, Jamaah: “Ya Allah Ampuni Kami,”

Hujan deras mengguyur padang Arafah pada Minggu (19/8) malam. Mayoritas jamaah haji sedunia termasuk dari Indonesia sudah berada di Arafah saat hujan mengguyur.

Langit Arafah sudah tampak mendung sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Angin yang membawa debu pasir juga bertiup mengibas-kibaskan tenda.

“Baru pertama kali ini saya lihat mendung di sini,” ujar seorang jamaah sembari melihat ke arah atas.

Dari pantauan, pasir yang terbawa angin kencang masuk ke dalam tenda jamaah. Petugas langsung melakukan pertolongan dan berupaya menenangkan jamaah. Petugas jamaah langsung bergerak membagikan masker, agar dapat digunakan jamaah.

Loading...

Beberapa AC dan tong sampah pun beterbangan ditiup angin kencang disertai badai pasir.

“Ya Allah, ampuni kami ya Allah dari badai ini. Ya Allah, selamatkan saudara kami dan teman-teman kami. Kami memohon ridha Mu ya Allah,” ujar para jamaah.

Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur tanah Arafah yang terjadi, merupakan fenomena yang tidak biasa.

Padahal, sebulan lebih Arafah dan Mekah berada di bawah terik matahari dengan suhu mencapai 44 derajat celsius.

Meski terkejut dengan angin kencang dan petir, jamaah haji tetap melaksanakan ibadah. Jamaah haji tetap menerobos hujan untuk mengambil air wudu, demi menjalankan ibadah salat Maghrib dan Isya.

Jamaah akan menginap satu malam di Arafah dan akan melaksanakan wukuf pada Senin siang besok sampai petang menjelang malam. Selanjutnya jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah lalu lanjut ke Mina dan melakukan lempar jumrah di Mina.

Loading...