Subhanallah, Di Tempat Ini Shalat Tarawih Start Jam 7 Malam Selesai Jam 3 Pagi

Diposting pada

Rekor salat tarawih tercepat boleh saja dipegang oleh jamaah Ponpes Mamba’ul Hikam di Kabupaten Blitar, yaitu 23 rakaat dalam waktu kurang dari 10 menit. Namun di Magetan ternyata juga ada yang melaksanakan salat tarawih dengan durasi terpanjang, yaitu mencapai 8 jam.

Kabar tentang jamaah salat tarawih selama 8 jam ini muncul pertama kali di situs YouTube dengan judul ‘Tarawih Terlama 8 Jam Temboro’. Video ini diunggah oleh akun YouTue, Barokfury Adja.

Video ini sebenarnya sudah lama diunggah, yaitu pada tanggal 20 Juni 2017 silam, namun belakangan video ini viral kembali karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang yang tengah salat tarawih berjamaah. Dari keterangan yang tertulis dalam video diketahui bahwa salat tarawih 8 jam ini berlangsung di Ponpes Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Ustaz Zaenal Abidin dari Ponpes Al Fatah Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan di mana jamaah salat ini digelar menjelaskan, seperti halnya daerah lain di Jatim, salat tarawih di tempatnya menggunakan 23 rakaat, yang terdiri atas 20 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir.

“Ini tadi mulainya pukul 19.00 WIB usai salat isya dan akan berakhir nanti pukul 03.00 WIB, bersamaan orang makan sahur,” tandasnya di Masjid Al Fatah, Selasa (5/6/2018) dini hari.

Zaenal melanjutkan, dari rakaat pertama hingga ke-20, imam akan membacakan 30 juz. Pembagiannya adalah, untuk setiap rakaat, imam akan membaca 1-2 juz dalam waktu sekitar 24 menit.

Ini dilakukan seterusnya secara urut hingga juz 30 di akhir rakaat ke-20.

“Jadi bacaannya mulai rakaat pertama itu misal 1,5 juz dan nanti disambung ke rakaat dua meneruskan bacaan rakaat pertama seterusnya sampai rakaat terakhir,” terangnya.

Ditambahkan Zaenal, jamaah salat tarawih di tempatnya juga menggunakan sistem dua rakaat salam. “Sama, setiap dua rakaat (salat, red) salam,” imbuhnya.

Tentu saja yang ambil bagian dalam salat tarawih 8 jam ini adalah para santri yang sudah hafal Al Quran atau hafiz. Untuk satu kali jamaah, biasanya para santri menggunakan 4 imam yang memimpin salat secara bergantian tiap salam.

Zaenal juga mengatakan tradisi salat tarawih selama 8 jam ini sebenarnya baru digelar 4 tahun lalu. Meskipun durasinya di atas rata-rata, namun Zaenal menegaskan bahwa sebagian besar santrinya tak keberatan melaksanakan ibadah sunnah yang hanya digelar di bulan Ramadan ini.

“Awal puasa banyak mas ratusan bahkan ribuan, penuh semua ini masjid. Tapi saat ini tinggal sekitar 50-an yang tarawih 8 jam, karena sebagian sudah mudik lebaran. Kan rumahnya jauh semua, luar jawa dan luar negeri,” ujarnya.

Zaenal mengungkapkan, salat tarawih dengan bacaan ayat Al Quran 30 juz itu berawal dari motivasi pimpinan ponpes kepada para santri, terutama yang menghapal Al Quran atau hafiz.

“Awalnya untuk memulai tarawih 8 jam dengan 1 khataman 30 juz itu atas wejangan dari pak kiai pimpinan ponpes. Beliau memberikan motivasi atau dorongan bagaimana santri-santri yang sudah hafal Al Quran ada peningkatan dan kegairahan untuk selalu membacanya dan juga usaha mengamalkannya,” terang Zainal.

Hal senada juga diamini oleh Sekretaris Desa Temboro Muhammad Safi. Ia menambahkan, pada awalnya, salat tarawih di Ponpes Al Fatah hanya menggunakan bacaan setengah juz saja untuk 20 rakaat.

Barulah pada saat kepemimpinan KH Uzairon Thoifur Abdulloh 4 tahun lalu, salat tarawih selama 8 jam plus khataman ini mulai digalakkan.

Selain itu, seingat Safi, KH Uzairon memang sering bercerita tentang Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang selalu menggunakan bacaan-bacaan yang panjang saat salat tarawih.

“Waktunya sampai menjelang subuh sehingga kaki Nabi SAW bengkak. Terus kiai berkesimpulan kalo para sahabat saja bisa tarawih sampai menjelang subuh, kenapa umat sekarang tidak mencoba seperti para sahabat. Akhirnya dicoba sholat tarawih 30 juz semalam,” papar Safi.

Sejak saat itulah para santri dan warga yang ingin ikut serta melaksanakan salat tarawih sembari khataman Al Quran di Ponpes Al Fatah.

“Alhamdulillah hingga saat ini masih rutin diikuti para santri,” pungkasnya.

Loading...