Malam Lailatul Qadar 2018 Jatuh Pada Tanggal Ini Menurut Hujjatul Islam

Malam Lailatul Qadar 2018 Jatuh Pada Tanggal Ini Menurut Hujjatul Islam | 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 2018 / 1439 H diyakini oleh mayoritas umat Islam bahwa disana terdapat malam lailatul qadar yang kemuliaannya sangat agung dan bernilai kebaikan lebih dari seribu bulan. Oleh karena itu, kaum muslimin banyak yang berusaha mendapatkan malam lailatul qadar.

Imam Al-Ghazali, sang Hujjatul Islam dalam kitab fenomenal Ihya Ulumudin menuliskan bab khusus terkait kapan jatuhnya malam lailatul qadar.

Setidaknya ada lima hal yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui kapan datangnya malam lailatul qadar.

Pertama, jika hari pertama Ramadhan jatuh pada malam Ahad atau Rabu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan.

Kedua, jika malam pertama jatuh pada malam Senin, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.

Ketiga, jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Kamis, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.

Keempat, jika malam Ramadhan jatuh pada malam Sabtu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.

Terakhir, jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Selasa atau Jumat, maka lailatul qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan.

Nah, untuk menghitung kapan Malam Lailatul Qodar 2018 Jatuh Pada Tanggal Berapa, Maka silahkan hitung rumusnya dengan cara diatas.

Memang, tidak ada kepastian mengenai kapan malam lailatul qadar jatuh pada tanggal berapa. Namun, rumus dari Imam Ghozali tersebut teruji dari kebiasaan para tokoh ulama yang menemui malam Lailatul Qadar seperti yang diceritakan oleh Imam Al-Ghazali diatas.

Loading...

Baca Juga:

Wallahu A’lam.

Catatan: Imam Ghazali yang dikenal di dunia Islam sebagai “hujjatul Islam” itu (dan dialah satu-satunya ulama yang menyandang gelar ini di era klasik) adalah sosok yang menarik sekali. Imam Ghazali digelari demikian, mungkin, karena dialah yang menangkis argumen-argumen para filosof, terutama Ibn Sina (w. 1037) dan Al-Farabi (w. 950). Dalam pandangan Imam Ghazali, argumen kaum filosof yang mencoba mendamaikan wahyu dan filsafat mengandung bahaya tersembunyi – membahayakan integritas akidah Islam ala ahlussunnah wal jamaah.

Karena dianggap berjasa untuk menyelamatkan akidah Sunni dari bahaya pendekatan filsafat, maka dia mendapat “jejuluk” (gelar) hujjatul Islam. Hujjah Al-Islam artinya pembela Islam. Istilah Hujjatul Islam di kalangan ulama Islam diberikan kepada ulama yang berjasa mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran Islam dengan argumen yang sulit dipatahkan oleh lawan.

Loading...