Tak Bangkit Lagi Saat Sujud Terakhir Shalat di Masjidil Haram, Putri Pemilik Travel Ini Meninggal Dunia

Defti Riskiwati Ande, putri Ande Abdul Latief, perintis PT Tiga Utama, meninggal dunia.

Diketahui, PT Tiga Utama adalah perusahaan biro penyelenggara haji dan umroh.

Ela, sapaan akrab putri Ande Abdul, meninggal dunia saat menunaikan ibadah umrah di Mekkah, Arab saudi.

Saat itu, Senin (23/4/2018), Ela tengah menjalankan salat magrib di Masjidil Haram.

Ketika sujud rakaat terakhir, Ela tak bangkit duduk kembali.

Ternyata saat itulah Ela mengembuskan napas terakhirnya.

ELA, Saya mengenal — meski tak akrab benar — Defti Reskiwati Ande semenjak 20 tahun lalu.
Maklum, kediaman orang tuanya di Kota Makassar, di Jalan Andi Mappanyukki, adalah tempat berkumpul semua kalangan di kota itu: wartawan, suporter PSM, mahasiswa, pelintas jalan.

Rumah besar di kawasan mahal yang lebih dari setengahnya dijadikan masjid.

Khalayak mengenal tempat itu sebagai Majelis Taklim Mappanyukki.

Rumah itu memang kediaman Ande Abdul Latief, sang perintis biro perjalanan haji ONH Plus di Indonesia dan Asia Tenggara.

Saat nama Tiga Utama mulai surut seiring undur dirinya Pak Ande mengurusi ONH Plus, usaha melayani tetamu Allah ini diteruskan oleh anak-anaknya, terutama oleh Ela — panggilan karib Defti Reskiwati Ande.

Karena itulah Ela kerap bepergian ke Tanah Suci.

Seperti kemarin, Ela tengah menunaikan ibadah Umroh di Makkah.

Dan inilah perjalanan terakhirnya ke tanah haram.

Ia masih menunaikan sholat maghrib pada hari Senin 23 April, sampai rakaat kedua.

Saat sedang sujud rakaat terakhir, Ela tak bangkit duduk kembali.

Rupanya, itulah sujudnya yang terakhir di dunia.

Saat tengah sujud itulah, Allah SWT memanggilnya.

Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun.

Selamat jalan kak Ela. Semoga jalanmu dilapangkan, beroleh tempat nan lapang di sisi Sang Pencipta,” tulis Tomi Lebang.

kabar ini telah dibenarkan kakak kandung Ela, Onalis Ande Latief.

Loading...

Atas kepergian Ela, ungkapan duka cita untuk wanita yang dikenal akrab oleh berbagai kalangan itu pun mengalir deras di media sosial.

Diceritakan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Sambil bersedih, ia menyatakan telah ada tanda-tanda almarhumah akan berpulang.

“Sejak di Raudlah, Masjid Nabawi Madinah, almarhumah sempat beberapa kali pamit akan tinggal di Mekkah karena sudah kerasan. Ternyata kata-kata tersebut adalah pamitan dia kepada rombongan untuk pulang ke Penciptanya, Allah SWT,” ujar Agus saat dikonfirmas, Rabu (25/4/2018).

Dia mengatakan Ella panggilan keseharian Defti meninggal di Masjidil Haram ketika melaksanakan salat magrib.

“Berdasarkan keterangan dari RS Ajyad Mekkah, almarhumah Ella terkena serangan jantung ketika rakaat ketiga shalat Maghrib dan langsung dilarikan di RS dan jiwanya tidak tertolong,” kata Agus.

Agus menuturkan usai dibawa ke rumah sakit, selanjutnya jenazah disemayamkan di RS Ajyad depan Masjidil Haram.

“Jenazah almarhumah dimakamkan di komplek pemakaman Ma’la Makkah al-Mukarramah setelah shalat subuh 24 April 2018 yang sebelumnya dishalatkan terlebih dulu di Masjidil Haram,” terang Agus.

Keluarga almarhumah, dikatakan Agus, langsung memberikan persetujuan jenazah dimakamkan di Mekkah.

“Proses pengurusan jenazah terbilang sangat kilat karena keluarga di Indonesia langsung memberikan persetujuan pemakaman di Mekkah dan pihak Kantor Gubernur Mekkah memberikan izin untuk dimakamkan di komplek pemakaman yang sangat historis di Mekkah,” ungkap Agus.

Pemakaman di Ma’la disamping dihadiri kerabat dekat almarhumah juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, Dr. Fahmi seorang ulama berpengaruh pengasuh pesantren as-Shaulatiyyah Mekkah yang merupakan almamater KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyyah.

Defti Reskiwati Ande adalah putri dari tokoh dan pengusaha asal Makassar, Ande Abdul Latief. Ande merupakan pendiri PT Tiga Utama, salah satu pelopor perusahaan travel khusus untuk umrah dan haji khusus.

Pada zamannya, Tiga Utama merupakan perusahaan travel khusus untuk ibadah terbesar di Indonesia.

Loading...