Ketahuilah, Ini Dzikir Yang Paling Utama dan Menjadi Kunci Surga

Diposting pada

Dari Jabir, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Faedah Hadits:

1. Sebaik-baik dzikir adalah kalimat tauhid, laa ilaha illallah.
2. Di dalam kalimat tauhid tersebut terdapat kandungan makna dzikir lainnya
seperti makna tasbih, tahmid, takbir, dan bentuk pengagungan terhadap Allah.

Keutamaan Laa Ilaha Illallah

1. Bebas dari neraka

Dari Anas bin Malik, suatu saat Nabi Shallallahu alaihi wasallam mendengar muadzin mengumandangkan azan lantas sampai pada ucapan ‘asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan, “Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim, no. 382)

2. Mudah masuk surga

Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud, no. 3116 dan Ahmad, 5:247. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan; Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

3. Masuk surga lewat pintu mana saja

Dari ’Ubadah bin Ash-Shamit, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ’saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ’Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat- Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim, no. 28)

Laa Ilaha Illallah Tidak Hanya di Lisan

Dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al-Anshari, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari, no. 425 dan Muslim, no. 33)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim Al-Hambali rberkata, “Hadits ini menunjukkan hakikat makna laa ilaha illallah. Barangsiapa yang mengucapkan kalimat tersebut dengan mengharap wajah Allah, maka ia harus mengamalkan konsekuensi kalimat tersebut yaitu mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan. Balasannya bisa diperoleh jika terpenuhinya syarat dan terlepasnya halangan.” (Hasyiyah Kitab At-Tauhid, hlm. 28)

Loading...