Kemakmuran Bangsa Arab, Membuat Lalai dan Mendatangkan Bencana! Astagfirullahal ‘Adzim, Ini Pelajaran Penting Untuk Kita Semua

Diposting pada
Loading...

Peperangan dan kekacauan yang terjadi di jazirah Arabiyah tidak lepas dari masalah politik, ekonomi, dan kekuasaan. Bahkan, tidak lepas dari campur tangan orang luar, seperti; Amerika dan Israel, serta Rusia yang memang memiliki kepentingan politik. Libya, Iraq, Syiria, Palestina, Yaman, sedang terkena musibah politik dan ekomomi besar-besaran. Itulah urusan politik tingkat tinggi.

Dalam tulisan ini, tidak membincangkan politik yang terjadi, tetapi musibah demi musibah yang terjadi di Jazirah Arabiyah itu juga tidak lepas dari prilakua masyarakat dan para pemimpin yang jauh dari Tuhan karena lalai.

Di dalam Al-Quran maupun hadis, Jazirah Arabiyah digambarkan kota yang kering kerontang tidak ada tumbuhan, dan sangat jarang ditemukan mata Air. Memang benar demikian. Tetapi, tidak semua daratan Jazirah Arabiyah itu kering nan gersang.

Sebut saja Thoif, kota ini bagian dari kerajaan Arab Saudi, ternyata sangat subur dan sering turun hujan. Semua sayur-sayuran, serta buah-buah bisa ditemukan di kota Thoif. Madinah, kota tempat hijrah Rasulullah SAW juga termasuk kota subur, hanya saja sangat sejuk saat musim dingin dan sangat panas ketika musim panas.

Sementara Makkah, suhunya dingin dan panas, termasuk kota gersang nan kering dan penuh dengan bebatuan dan pegunungan.

Jazirah Arab itu terbagi menjadi beberapa bagian, seperti; Hijaz yang meliputi; Makkah, Madinah, Jeddah, dan Thoif. Di antara empat kota ini, Thoif sangat sejuk udaranya, dan subur tanahnya.

Sebagian besar orang di Arab Saudi, ketika musim panas tiba selalu berlibur di Thoif. Mereka menghabsikan waktu liburan di vila-vila yang indah dengan udara yang sangat sejuk. Thoif itu seperti; di Batu (Malang), Bogor, atau seperti; di Tretes.

Berikutnya adalah “ Najed”. Najed (highland) itu artinya “dataran tinggi (tanah yang tinggi)”. Di dalam Al-Quran terdapat istilah “Najdain” yang artinya “dua jalan baik dan buruk”. Sedangkan menurut pengertian bahasa, ulama tafsir mengartikan “Al-Najed” berarti” dataran tinggi”.

Para ulama terdahulu, seperti; Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Al-Syafii, dan Ibnu Hanbal mengartikan “Al-Najed” itu adalah wilayah timur Hijaz yaitu “Najed sekarang adalah bagian dari wilayah kerajaan Arab Saudi, yaitu menjadi ibukota Arab Saudi yang lebih populer dengan sebutan Al-Riyadh”. Sedangkan tempat yang subur untuk pertanian di daerah Najed adalah “Yamamah”.

Selanjutnya adalah wilayah “Al-Syam” yang meliputi “Palestina, Libanon, Syiria, Yordania”. Ternyata, negeri Al-Syam itu termasuk kota yang amat subur. Yordania, Libanon, Palestina, menghasilkan anggur, kurma, apel, gandung, dan jenis-jenis buah-buahan bisa ditemukan di negeri Al-Syam.

Jazirah Arabaiyah yang meliputi “Hijaz, Najed, dan Al-Syam” asal muasalnya daerah yang sangat subur. Suatu ketika, Allah SWT akan mengembalikan menjadi subur, sebagaimana pernyataan Rasulullah SAW” tidak akan terjadi kiamat, sampai jaziarah Arabiyah kembali subur makmur dan penuh dengan aliran sungai” (HR Muslim).

Apa yang disampaikan Rasulullah SAW suatu saat akan menjadi kenyataan, dan itulah tanda-tanda hari kiamat benar-benar nyata dan sebentar lagi tiba.

Masih membicangkan negeri “Hijaz, Al-Syam dan Najed”. Sebuah hadis shahih menceritakan seputar doa Rasulullah SAW. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Hasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang berkata, Rasulullah SAW bersabda “Ya Allah, berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “Dan juga Najd kami?”. Rasulullah SAW “Di sana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan di sanalah muncul tanduk setan.” (HR Bukhori).

Realitasnya, negeri Yaman, Al-Syam negeri yang di doakan agar diberkahi masih dilanda perang saudara antara sebangsa, bahkan se-agama. Syiria, khususnya di daerah Alepo (Halab) pusat bisnis, pusat kemakmuran, dan pusat kenyamanan. Tidak ada daerah lebih nyaman dan aman melebihi Alepo.Sekarang berubah menjadi kota mati, tempat pertumpahan darah sesama muslim yang mengaku cinta Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Kemudian Yaman, juga yang subur, gemah ripah loh jinawe. Kota yang mendapat doa langsung dari Rasulullah SAW, sampai saat ini masih mengalami kekacauan, kerusakan dimana-mana. Sesama muslim dan sesama suku Arab bertarung habis-habisan. Bahkan, tidak sedikit saling mengkafirkan dan menyesatkan sesama muslim.

Padahal ini tidak dibenarkan dalam ajaran Rasulullah SAW. Anehnya, mereka yang berperang mengaku pengikut Rasulullah SAW.

Permusuhan dan saling membenci, terus dilestarikan, padahal itu dilarang oleh allah SWT dan di kecam oleh Rasulullah SAW. Nabi SAW menyuruh sesama muslim agar saling bersaudara, bukan saling membenci dan bermusuhan. Sementara Kota Najed yang di sinyalir pusat fitnah dalam kondisi aman dan tenang.

Teringat pada ayat Allah SWT yang berbunyi “menyembahlah pemilik rumah Allah (baitullah), yang memberikan makan ketika mereka sedang kelaparan, dan memberikan aman dari ketakutan (QS. Quraisy (106:3-4). Ayat ini menceritakan kepada bangsa Arab secara umum, khususnya orang-orang Qurais Makkah yang memiliki tradisi bisnis, ketika mencapai puncak kemakmuran ekonomi, hendaknya bersyukur kepada Allah SWT.

Dalam kondisi kemakmuran ekonomi, aman dan nyaman, hendaknya selalu meningat Allah SWT, bukan lupa kepada dzat yang memberi nikmat aman, nyaman, serta yang memberikan makan dan minum ketika kelaparan. Hampir semua Negara-negara Arab, baik yang ada dikawasan teluk, seperti; Kuwait, Bahrain, Eimrat, Qatar Arab Saudi, sudah menikmati puncak kemakmuran ekonomi dan lezatnya dunia. Jika mereka hedonis, berlebihan, baik dalam urusan perut (kuliner), atau bawah perut (seksual), atau urusan maka saat keterpurukan akan segera datang.

Bagi Allah SWT semua serba mungkin. Orang yang tidak bisa mensyukuri karunia Allah SWT, baik nikmat kekuasaan, nikmat kenyamanan dan ketentraman, nikmat kemakmuran ekonomi, serta nikmat-nikmat yang lain, maka Allah SWT akan mengembalikan bangsa Arab seperti pada masa silam, yaitu perang antar suku, kekurangan, dan kelaparan.

Barangkali ujian demi ujian yang menimpa bangsa Arab secara umum itu karena mereka banyak sekali mendapat rejeki dari Allah SWT berupa tambang minyak, emas, serta tambang-tambang lain. Tetapi, mereka lupa bahwa itu semua dari Allah SWT. Sehingga mereka tidak menggunakan pada semestinya.

Ketika lalai, maka Allah SWT timpakan ujian dengan tujuan agar mereka kembali kepada Allah SWT, dan kembali cinta kepada Rasulullah SAW. Sesungguhnya, orang yang mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, sudah pasti rejekinya akan bertambah dan melimpah ruah.

Loading...