Pemuda Ini Jotosi TNI Yang Menegurnya, Setelah Dibawa Ke Polisi Langsung Damai, Ternyata Dia..

Diposting pada

Video anggota TNI AL yang terlibat baku hantam dengan pemobil tersebar lewat pesan aplikasi instan dan situs Youtube. Dalam video tersebut, keduanya jual beli pukulan di tengah jalan raya.

Kanit Laka Lantas Polres Jaktim AKP Agus mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur pada pukul 12.00 WIB. Keributan ini dipicu dari ulah pemobil yang membuang sampah sembarangan di tengah jalan.

Pemuda Ini Jotosi TNI Yang Menegurnya, Setelah Dibawa Ke Polisi Langsung Damai, Ternyata Dia..
Bimantoro (26)

Sampah tersebut kemudian mengenai istri anggota TNI AL tersebut. Anggota TNI AL bernama Lettu Satrio tersebut lalu meminta pengendara mobil untuk berhenti.

“Kronologis, pengendara mobil membuang sampah sembarangan melalui jendela dan sampah mengenai istri korban, dan istri korban menyuruh berhenti dan pelaku tidak terima. Terjadilah perkelahian,” kata AKP Agus lewat keterangan tertulisnya, Jumat (13/10/2017).

Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik tersebut, keduanya terlibat baku hantam di tengah jalan. Pria yang mengendarai mobil itu menghentikan kendaraannya di kanan jalan. Sementara anggota TNI AL masih duduk di atas motornya yang ada di sebelah kiri mobil.

Pemobil yang mengenakan kaus hitam dan celana jeans itu menghampiri anggota TNI AL. Mereka terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit TNI AL.

Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual beli pukulan.

Keributan itu sempat menimbulkan kemacetan. Terdengar suara klakson dari kendaraan yang ada di lokasi dibunyikan.

Minta Maaf Dan Damai

Adalah Bimantoro (26 tahun), pengemudi mobil yang terlibat baku hantam dengan anggota TNI karena membuang sampah sembarangan.

Ia diketahui telah meminta maaf. Permintaan maaf itu ditujukan kepada TNI, khususnya TNI AL.

“Saya turut meminta maaf untuk semua institusi TNI yang dirugikan, spesialnya untuk TNI AL,” kata Bimantoro di Polres Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017).

Bimantoro merasa bersalah atas perbuatannya. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada anggota TNI AL, Lettu Satrio, yang terlibat baku hantam dengannya.

“Saya sudah melakukan tindakan yang kurang berkenan untuk institusi tersebut. Saya juga minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam. Saya mau minta maaf untuk semua bagian yang merasa tersinggung dan Bapak Satrio sendiri untuk kerugian sendiri. Saya minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk semua institusi TNI dan terlibat untuk kasus ini,” ucapnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta mengatakan kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dia mengatakan cara penyelesaian ini diambil karena Lettu Laut Satrio Fitriandi dan Bimantoro adalah keluarga besar TNI AL.

Anggota TNI AL dalam perkelahian itu diketahui bernama Lettu Laut Satrio Fitriandi. Dia merupakan putra dari Laksma TNI (Purn) S.

Sementara pengendara mobil Mazda Merah bernomor polisi B 1599 PVH bernama Bimantoro Prasetyo, cucu dari Mayor (Purn) Fx T H.

Perkelahian dipicu setelah Bimantoro membuang sampah ke luar mobil dan mengenai perempuan yang dibonceng Lettu Satrio. Lettu Satrio maupun perempuan yang dibonceng disebut merasa tidak terima. Namun tiba-tiba Bimantoro keluar dari mobil dan memancing perkelahian.

Menurut Gig, awalnya terjadi adu mulut dan pertengkaran. Sehingga berujung terjadi perkelahian. Kasus tersebut juga dicoba diselesaikan secara kekeluargaan. “Mengingat kedua belah pihak adalah keluarga besar TNI,” kata dia menambahkan.

Loading...