[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini



Penemuan manuskrip kuno, naskah Al Qur'an di University of Birmingham telah menjadi berita utama di seluruh dunia. Naskah ini menjadi bukti ilmah keaslian ayat-ayat Al Qur’an, sejak zaman Rasulullah hingga sekarang.

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini
Foto: Koleksi Universitas Birmingham, Inggris


Berdasarkan pengujian radiokarbon, naskah dalam tulisan arab kuno (Hijazi), diperkirakan berasal dari masa antara 568 dan 645 M (24 H), dan kemungkinan ditulis oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad.

Dalam rilis resmi yang disampaikan oleh pihak universitas, Rabu (22/7), Al Quran itu terdiri dari dua lembar perkamen. Ada beberapa bagian ayat dari surat Al Kahfi sampai Thaha di dalam perkamen tersebut. Namun tak semuanya utuh karena faktor usia.

Ayat Al Quran di perkamen tersebut ditulis dengan tinta kuno menggunakan huruf Arab yang dikenal dengan Hijaiyah. Selama bertahun-tahun, manuskrip tersebut itu tercampur dengan lembaran perkamen lainnya.

Perkamen tersebut dikumpulkan sejak tahun 1920an oleh Alphonse Mingana, seorang Imam yang lahir di dekat kota Mosul-Irak namun tinggal di Inggris. Koleksi Mingana kemudian disimpan di Universitas Birmingham di bawah Perpustakaan Riset Cadbury.

"Dengan memisahkan dua lembar dan menganalisis perkamen tersebut, kami membawa temuan menakjubkan dari koleksi Mingana," terang Susan Worrall, Direktur Koleksi Spesial di Birmingham.

Hasil tes radiokarbon menyebutkan bahwa perkamen tersebut ditulis antara tahun 568 hingga 645 masehi. Ini berarti ditulis berdekatan dengan masa Nabi Muhammad SAW yang hidup antara tahun 570 hingga 632 masehi.

Lembaran lain Al Quran tersebut, berada di Bibliothèque Nationale de France in Paris. Perkamen-perkamen tersebut berhasil 'selamat' menembus waktu dan membuktikan bahwa isi Al Quran memang tidak pernah berubah sejak diwahyukan.

Situs ilmfeed.com mencoba menulisnya kembali dalam bentuk tulisan arab masa sekarang.

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini
courtesy of ilmfeed.com


Grafik di atas menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada teks Al Qur’an, mereka adalah identik. Tidak ada kata-kata atau huruf yang berubah.

Berikut adalah terjemahan dari ayat-ayat yang ditampilkan dalam grafik:


[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini


1.Thaahaa.

2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;

3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

4. diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,

5. (yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.

6. Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang di bumi, apa yang ada di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah.

7. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.

8. (Dialah) Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.

9. Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

10. Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”

11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, “Wahai Musa!

12. Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Thuwa.

13. Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).


Catatan:

Perkamen adalah media untuk menulis yang dibuat dari kulit binatang. Yang biasa dipakai ialah kulit sapi, kambing, biri-biri, domba, dan keledai. Perkamen digunakan sebagai halaman dalam sebuah buku, kodeks atau naskah. Perkamen berbeda dengan kulit yang dipakai sebagai bahan.

Meski perkamen dalam proses pembuatannya direndam di dalam air kapur, perkamen tidak disamak. Sehingga perkamen peka terhadap kelembaban udara dan tidak tahan air. [Wikipedia]


Loading...