Tak Ingin Kedua Orangtuanya Dibunuh Teroris Budha, Seorang Anak Pikul Sendiri Keduanya



Ketaatan seorang anak kepada ibu dan bapaknya terlihat dari pemuda ini, tidak sampai hatinya meninggalkan keduanya dalam keadaan lemah.

Ibu dan ayahnya tidaklah mampu lagi berlari dan berjalan jauh untuk menghindari kebrutalan rezim teroris Myanmar.

Tak Ingin Kedua Orangtuanya Dibunuh Teroris Budha, Seorang Anak Pikul Sendiri Keduanya


Ia bisa saja meninggalkan keduanya dan menempuh lembaran kehidupan yang baru setelah mengungsi ke negara lain. Namun, ia tak sampai hati untuk melakukannya.

Bahkan untuk meninggalkan keduanya barang sejenak pun ia tak tega.

Tak sedikit jarak yang ditempuh bagi pemuda ini untuk menjauhkan kedua orangtunya dari keganasan militer myanmar, inilah realita yang terjadi pada saudara seiman kita disana.

Ya Allah, aku melihat Uwais dalam dirinya. Meski dilalui dengan perjuangan yang teramat berat dan menempuh perjalanan yang sangat panjang.

Semoga setiap doa yang ia panjatkan, Allah ijabah dan disegerakan. Semoga Allah berkahi setiap langkah yang ia lalui, Aamiin ya Rabbal'aalamiin.

Mari Kita doakan saudara kita kaum Muslimin diseluruh dunia khususnya untuk saudara kita di Rohingya, semoga Allah kuatkan iman mereka, Allah bantu mereka dengan cepat, Allah hancur lebur kan Musuh-musuh Allah dan Allah menyatukan persatuan Islam. Aamiin .

Dari an-Nu’man bin Basyir dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”. (HR al-Bukhari)


Loading...