Beredar Aplikasi 'AyoPoligami', Banyak Wanita Siap Dipoligami dengan Nikah Siri Secara Rahasia?



Hadirnya beragam aplikasi mampu membuat hidup pengguna menjadi semakin mudah. Meski begitu, aplikasi juga tak jarang digunakan untuk hal yang kontroversial bahkan mampu berdampak negatif bagi pengguna ponsel pintar. Aplikasi yang mampu mempertemukan seseorang dengan lawan jenisnya untuk saling berkenalan seperti Tinder juga tak luput dari minat para pengguna. Namun siapa sangka ada aplikasi yang dikembangkan developer yang mendukung poligami?

Sebagaimana diketahui, aplikasi Ayo Poligami belakangan menjadi perbincangan warganet. Pasalnya, aplikasi tersebut membantu pengguna untuk bertemu dengan orang lain yang ingin berpoligami.

Beredar Aplikasi 'AyoPoligami', Banyak Wanita Siap Dipoligami dengan Nikah Siri Secara Rahasia?


Tak hanya aplikasi, Ayo Poligami juga tersedia dalam versi website, seperti keterangan yang tercantum di Google Play Store. “AyoPoligami.com adalah platform yang berusaha untuk mempertemukan pengguna prianya dengan wanita yang bersedia membuat ‘keluarga besar’ dari satu suami. Para lajang maupun yang sudah menikah, janda atau duda, diterima dengan tangan terbuka di sini,” bunyi keterangan aplikasi tersebut.

Sesuai namanya, aplikasi yang bisa ditemui di PlayStore ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin memadu atau dimadu. Sampai saat ini, sudah lebih dari 5.000 kali aplikasi AyoPoligami diunduh oleh pengguna Android.

“App apaan ne.... ??? Merusak aja... Ini ne yg bikin rumah tangga org bisa makin ancurrrr....,” kata seorang netizen.

“Mass.. Kreatif sih kreatif tpi gk bikin rusak rmh tangga org kalii!! Jangan mengatas namakan agama untuk kepentingan pribadi, nabi Muhammad poligami hanya untuk menyelamatkan janda2 yg suaminya meninggal dunia akibat perang, jdi tolong di cerna, ‘dibaca’ sejarah nya biar tau dan gk salah langkah,” ujar netizen lainnya.

"Sungguh sebuah aplikasi yang sangat berguna, spektakuler! awesome!!! Sejalan dengan kebutuhan dan cita-cita saya memiliki 4 istri yang soleha. Recommended app buat para poligamer. Syukuron akhi atas app hebat ini," sebut salah satu pengguna.

Netizen lain juga mengatakan, “Ya Allah bro/sis yg bikin Aplikasi ini...merusak rumah tangga orang dengan cara apa pun kan hukumnya haram...”.

Sementara itu, salah satu netizen mengatakan "Poligami itu pilihan, jangan mengharamkan yang sudah dihalalkan oleh Allah."

Ketenaran aplikasi yang menggunakan nama kontroversial ini dimulai beberapa waktu lalu, ketika majalah online Magdalene menerbitkan laporan bagaimana mereka mencoba aplikasi tersebut.

Ternyata, setelah dua hari menjajal sebagai member perempuan, yang didapatkan dari pengguna lain bukanlah ajakan serius menikah ataupun poligami yang --bicara aturan-- jelas perlu izin dari istri pertama.

Malahan, kalimat yang justru muncul adalah akal-akalan laki-laki mesum yang cuma memikirkan syahwat saja. Contoh: “Mbak siap dipoligami dengan nikah siri dan dirahasiakan?”

Laporan tersebut jelas viral, yang kemudian ditiru oleh beberapa netizen di Indonesia. Misalnya saja, pemilik akun Twitter @adeirra, yang juga menyamar sebagai perempuan Islami dengan foto lumayan menarik.

Hasilnya sama, ketimbang bertemu lelaki yang serius dan hormat dalam memperlakukan lawan bicara, pengguna akun AyoPoligami.com lain justru meminta foto-foto pemuas nafsu mereka. Ceritanya ia jabarkan dalam screenshoot berikut ini.

Beredar Aplikasi 'AyoPoligami', Banyak Wanita Siap Dipoligami dengan Nikah Siri Secara Rahasia?



Beredar Aplikasi 'AyoPoligami', Banyak Wanita Siap Dipoligami dengan Nikah Siri Secara Rahasia?
Beredar Aplikasi 'AyoPoligami', Banyak Wanita Siap Dipoligami dengan Nikah Siri Secara Rahasia?


Beredar Aplikasi 'AyoPoligami', Adakah Wanita Yang Siap Dipoligami dengan Nikah Siri Secara Rahasia?


Perlu Surat Izin Istri dan Keterangan RT/RW

Laporan-laporan tersebut memaksa Owner AyoPoligami.com, Lindu Cipta Pranayama untuk mengevaluasi aplikasi miliknya. Bahkan, ia sempat berkonsultasi dengan ustadznya untuk menentukan nasib aplikasinya. Sang ustadz menyarankan pada Lindu agar ia menutup AyoPoligami.com.

“Kata ustadz saya, ‘Kalau kamu buat kayak AyoPoligami.com, semua orang bisa chat dan semua orang bisa upload foto-foto porno, foto-foto yang nggak senonoh, itu kamu yang dosa juga. Kamu udah ngasih fasilitas,’” kata Lindu menirukan ucapan ustadznya.

Hasilnya, aplikasi tersebut ia tutup. Ketika dibuka, tulisan “Hadir Kembali 5 Oktober 2017, Sedang Upgrade System Masuk” menjadi penjelasan.

Lindu mengatakan, sistem registrasi pengguna memang menjadi masalah. Pada aplikasi awal, ia cuma menuntut calon pengguna mendaftar melalui email saja. “Karena kami positive thinking aja waktu itu.”

Padahal, untuk menikah, apalagi untuk melakukan poligami, butuh persyaratan yang tak main-main. Dan Lindu agaknya tahu betul tentang hal ini.

“Nanti kami pakai email juga. Tapi selain itu, pakai KTP sesuai nama dan lain-lain. Jadi nanti ada moderatornya. Setiap foto yang di-upload, ada moderator,” jelas Lindu.

Moderator ini, menurutnya, akan mengecek satu per satu kelengkapan yang disampaikan para user-nya, apakah KTP yang disetor hanyalah mencomot dari Google ataukah memang asli.

Selain KTP dan surat izin istri, khusus untuk pria yang hendak berpoligami harus mendapat surat keterangan dari Ketua RT dan RW.



loading...