Begini Pengakuan Ibunda Pembunuh Indria Kameswari Tentang Kelakuan Menantunya



Ibunda Abdul Malik Azis, Asiyah(67), punya cerita tentang menantunya, Indria Kameswari, yang hidupnya berakhir tragis.

Begini Pengakuan Ibunda Pembunuh Indria Kameswari Tentang Kelakuan Menantunya
Kakak kandung AM, Siti Nuraeni menceritakan rumah tangga adiknya ke awak media, di Mapolres Bogor, Senin (4/9/2017).


Dia menyesalkan anaknya yang tega membunuh sang istri meski bubungan mereka sudah tak lagi harmonis sejak lama.

Sebagai ibu mertua, Asiyah merasa tak dianggap oleh sang menantu.

Di depan anaknya, ia pernah dicaci-maki oleh Indria Kameswari sembari menuntut minta cerai.

"Itu di depan emak. Emak udah kayak nggak dianggap," kata Asiyah di kediamannya di Jalan Warakas I Gang A Nomor 111, Jakarta Utara, pada Selasa, 5 September 2017.

Itulah sebabnya Asiyah sudah berkali-kali meminta anaknya agar menceraikan Indria Kameswati yang bekerja di Balai Diklat Badan Narkotika Nasional di Lido.

"Ceraikan saja lah, udah ceraikan saja," kenang Asiyah, menceritakan permintaannya berkali-kali.

"Tapi, dia nggak mau (cerai). Mungkin saking demennya, kali."

Permintaan Asiyah tersebut didorong rasa kasihan kepada anaknya. Setiap kali anaknya bertandang ke rumah orangtuanya, dia selalu bercerita tentang perlakuan istrinya yang kasar.

Selain disumpah serapah dengan kata-kata kasar, anaknya mengaku selalu dipukuli sang istri.

Sementara itu, Kakak kandung AM, Siti Nuraeni (43), mengatakan Indria kerap mengancam akan membunuh AM.

"Adik saya AM selalu diancam akan dibunuh oleh istrinya, karena dirinya (Indria) merupakan aggota BNN dan mempunyai senjata," kata Nuraeni.

Menurut Nuraeni, Indria merupakan sosok yang materialistis. Selama lima tahun menikah, ujar Nuraeni, Adiknya sering diancam Indria akan diceraikan jika tidak memberikan rumah mewah dan mobil mewah.

"Adik saya sering diporotin oleh Indria. Dia selalu minta mobil dan rumah mewah. Kalau tidak bisa, maka korban minta agar adik saya menceraikannya," kata Nuraeni.

Setiap Indria meminta agar pelaku menceraikannya, ujar Nuraeni, kerap mengungkapkan ucapan bahwa banyak pejabat BNN dan kepolisian yang menyukainya.

"Korban sering mengancam dengan kata-kata jika dirinya merupakan PNS BNN yang di belakangnya banyak pejabat kepolisian yang suka padanya," ucap Nuraeni.

Nuraeni mengatakan, sebelum peristiwa pembunuhan, AM sempat pulang ke rumahnya di Tanjung Priok pada Kamis malam, 31 Agustus 2017.

"Dia datang pas malam takbiran Idul Adha. Saat itu dia datang ke rumah kami yang di Jakarta untuk mengambil sertifikat rumah orang tua kami," kata Nuraeni.

Baca Juga:



Namun, kata Nuraeni, keluarga tidak bersedia menyerahkan sertifikat tanah dan rumah orang tuanya itu. “AM pun pergi,” kata Nuraeni.



loading...