Tega-teganya Mukimin Menipu Jamaah Berkedok Jasa Kursi Roda

Diposting pada

Berita Haji – Banyaknya jamaah haji dari Madinah yang tiba di Mekkah, menjadikan Kota Suci bagi umat Islam itu semakin padat dipenuhi jemaah. Termasuk jemaah asal Indonesia.

Berdasarkan data Siskohat (Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu), jamaah haji Indonesia yang sudah diberangkatkan sejak Ahad (6/8) hingga Rabu (9/8) sekitar 18.000 orang.

Tega-teganya Mukimin Menipu Jamaah Berkedok Jasa Kursi Roda

Laporan dari Makkah yang cukup disayangkan adalah banyaknya jamaah Indonesia mengalami penipuan yang merugikan mereka. Mulai dari tindak kriminal seperti pencurian sampai kasus penipuan jasa dorong kursi roda.

PPIH Daker Makkah meminta jamaah haji Indonesia selalu waspada dan berkoordinasi dengan petugas.

Berdasarkan data-data yang masuk melalui Kasie Perlindungan Jamaah (Linjam) Letkol Rijal Kani, setidaknya ada dua kasus pencopetan dan lima kasus penipuan terkait jasa dorong kursi roda.

Mirisnya, Pelaku adalah mukimin yang juga merupakan warga Indonesia, Mereka mencari keuntungan dari jamaah yang membutuhkan jasa kursi roda dengan mematok harga yang tak wajar.

Oleh sebab itu, guna memberi keamanan dan kenyamanan, Rijal Kani telah meminta kepada seluruh personel linjam di setiap sektor untuk waspada dengan orang-orang tidak dikenal yang masuk ke hotel.

“Sudah banyak yang kita tangkap, dari sektor 2, 5, 6 dan 8. Mereka ini mukimin, yang menawarkan jasa dorong kursi roda. Sudah kita data semua, yang memiliki surat resmi (iqomah) kita beri peringatan. Dan yang tidak berizin akan kita serahkan kepada pihak keamanan di Arab Saudi,” ujar Rijal, Rabu (9/8) malam di Mekkah.

Ditambahkan Rijal, kejadian ini tidak bisa dibiarkan. Oleh sebab itu bila tidak terdata atau jamaah haji tidak berkoordinasi dan menjadi korban penipuan akan sulit untuk melacak siapa pelaku penipuan.

Rijal berharap para jemaah berkoordinasi dengan petugas apabila membutuhkan jasa pendorong kursi roda dan diupah, tetap harus didata.

“Kementerian Haji Arab Saudi sebenarnya sudah menyiapkan petugas jasa dorong bagi jemaah lansia untuk tawaf dan sai. Harganya saat ini mencapai 250 riyal,” kata Rijal.

Pada kesempatan sama Pelaksana Linjam Mayor Reza Fajar Lesmana menambahkan, penertiban terhadap oknum mukimin di hotel tempat menginap para jamaah haji akan terus dilakukan secara massif.

“Kita akan pantau terus keberadaan mereka (oknum mukimin) di hotel jamaah. Karena itu jamaah jangan mudah percaya, sebelum berkoordinasi dengan petugas,” katanya.

Reza menceritakan, sebelumnya ada jemaah yang mengeluarkan uang sampai 1.000 real dan Rp 1,8 juta untuk membayar orang untuk jasa dorong kursi roda saat tawaf dan sai. Meski oknum ini menyelesaikan tugasnya, tapi harga yang diambil sangat tidak wajar.

“Kami mengimbau agar jamaah selalu berkoordinasi dan jangan mudah percaya begitu saja,” tandasnya.

Loading...