Tarsudin, Buruh Pasir Yang Menangis di Taman Surga Masjid Nabawi



Berita Haji - Tarsudin namanya. Jamaah haji asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini baru selesai bermunajat di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Matanya tampak masih sembab, setelah memohon ampun dan melangitkan harapan di Taman Surga.

Tarsudin, Buruh Pasir Yang Menangis di Taman Surga Masjid Nabawi
Tarsudin buruh pasir yang bisa pergi haji


“Saya ikut dalam kloter 1 embarkasi Solo yang tiba di Madinah Jumat malam,” kata pria 49 tahun ini, mengenalkan dirinya.

Harapannya untuk berangkat haji tidak pudar, meski dalam kehidupan keluarga yang pas-pasan. “Sehari-hari, pekerjaan saya adalah muat pasir di sungai yang berjarak sekitar 1 km dari rumah,” tuturnya dikutip dari Media Center Haji, Senin (31/7/2017).

Hasil buruh muat pasirnya, dia manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, walaupun kadang cukup dan kadang tidak. Menurut dia, dari kerja sebagai buruh pasir kadang dia mendapat Rp 60 ribu, tapi kadang hanya memperoleh Rp 20 ribu.

“Pendapatan sehari-hari kadang hanya cukup untuk keluarga, kadang juga tidak,” tuturnya.

Tarsudin tidak menyerah. Selain menjadi buruh pasir, Tarsudin juga bertani dari menyewa ladang sawah per tahun. Setelah subuh dia berangkat ke sawah hingga jam delapan. Setelah itu, sampai dzuhur di sungai sebagai buruh muat pasir.

“Kadang habis dzuhur saya berangkat lagi ke ladang,” ucapnya.

Ladang sewaannya dia tanam cabai, tapi kadang juga singkong. Menurut dia, kalau sedang bagus, dalam setahun bisa lima belas kali petik pohon cabai.

“Alhamdulillah dari hasil bertani bisa ditabung untuk mendaftar haji. Dari pertanian, bisa melunasi (biaya haji) juga,” ujarnya.

“Alhamdulillah cabai kemarin harganya baik. Dan semua itu juga karena Allah memang menghendaki saya berangkat haji. Alhamdulillah Allah memang benar-benar Welas Asih,” sambungnya haru.

Tarsudin mengaku gembira bisa bermunajat di Raudhah. Matanya berkaca saat ditanya soal harapan yang telah dipanjatkannya.

“Tadi berharap semoga ibadah haji saya diterima Allah. Saya menjadi haji yang mabrur. Semoga saya dan keluarga saya juga husnul khatimah,” suaranya memberat dan matanya mendadak sembab.


loading...