Polisi Buru Warga Pembakar Pria yang Dituduh Maling Ampli Mushola



Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra saat ini sedang menyelidiki dan memburu warga yang main hakim sendiri dengan mengeroyok dan membakar pria (MA) yang diduga mencuri amplifier milik mushola Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa kemarin (1/8/2017) sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi Buru Warga Pembakar Pria yang Dituduh Maling Ampli Mushola
Ampli TOA berujung pada aksi bakar massa


"Kita masih melakukan penyelidikan pelaku yang membakar (MA). Karena kalau keroyok massa pasti banyak pelakunya," kata Asep sewaktu ditemui di kantor Polres Metro Bekasi, Kamis (3/8/2017).

Ia menjelaskan saat ini para saksi sudah memberikan keterangan terkait penegasan laporan tersebut. Ada dua saksi yang telah diperiksa, yaitu marbot dan pengelola mushola.

Asep mengatakan perilaku main hakim seperti halnya mengeroyok dan membakar orang merupakan tindakan semena-mena dan menyalahi hak asasi manusia.

"Saya kira tindakan ini juga tidak dibenarkan. Main hakim sendiri namanya. Tidak boleh lah seperti itu," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, pihak kepolisian telah mendatangi keluarga dari MA. Menurut dia, setiap orang memiliki hak asasi manusia sehingga tidak bisa diperlakukan seperti itu walaupun diduga orang tersebut ketahuan mencuri.

Untuk itu, Asep menegaskan akan mencari para pelaku yang telah melakukan pengeroyokan dan pembakaran MA.

Adapun kejadian tersebut, adanya dugaan pencurian tersebut menurut saksi yaitu marbot dan pengelola mushola yang telah diperiksa.

"Orang tersebut datang menggunakan motor dan memang benar membawa ampli di motornya," kata Asep.

Salah satu marbot masjid melihat MA mengambil air wudhu dan masuk ke mushola. Namun tak selang beberapa lama, MA pun keluar dan pergi meninggalkan mushala untuk menaruh ampli di jok motornya.

Dia pun ditegur dan diminta mengembalikan amplifier yang diduga telah dicuri dari mushola oleh warga yang melintas di dekatnya.

"Namun ketika ditanya pelaku langsung lari dan meninggalkan motor. Sehingga akhirnya didapati oleh masyarakat dan terjadi pengeroyokan sampai pada pembakaran orang yang diduga sebagai pelaku itu," kata Asep.

Setelah kejadian pengeroyokan tersebut, polisi melakukan olah TKP dan didapatkan beberapa barang bukti. Di antaranya satu motor milik yang diduga pelaku. Kemudian, dua unit amplifier yang berada di motor tersebut, lalu satu amplifier ada di tas gendong warna hitam.

Baca Juga: [VIDEO] Dituduh Curi Ampli Mushola, Pria Tukang Servis Televisi Ini Dibakar Massa

Asep mengatakan MA sehari-harinya diketahui sebagai teknisi atau menjual jasa servis barang-barang elektronik.


Loading...