Mengerikan, Bola Matanya Dicungkil, Lidah dan Kuku Dicabut Paksa



Makhluk aneh berupa anjing berkepala manusia meneror penduduk Samarinda Utara. Pengejaran hewan tersebut pun terus dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan hampir semua kandang kambing yang berada di 4 lingkungan Rukun Tetangga, RT 16, 18, 19 dan 20 dijaga dengan ketat warga secara berkelompok. Salah seorang warga bernama Lutfi mengaku melihat sebuah penampakan saat melakukan ronda di RT 2.

Mengerikan, Bola Matanya Dicungkil, Lidah dan Kuku Dicabut Paksa
Ilustrasi anjing berkepala manusia


“Sekitar pukul 02.00 Wita dini hari kami sengaja melakukan ronda malam keliling kampung setelah mendengar isu siluman anjing yang merebak di daerah Bedeng,” Kata Lutfi dikutip dari Samarinda Pos, Senin (3/7).

Saat berkeliling kampung itulah, Lutfi bersama rekan-rekannya dihebohkan dengan penampakan dua ekor anjing dengan ciri-ciri sama seperti yang diceritakan warga, yakni anjing berkepala manusia.

“Satu bertubuh besar putih dan satunya lagi kecil warna gelap, tapi kami tidak dapat melihat dengan jelas wajah binatang itu, sebab jarak kami tidak dekat sekali,” tambah Lutfi.

Merasa janggal dengan keberadaan dua ekor anjing itu, Lutfi dan warga lain mengejar. Namun hewan yang diburu berhasil kabur ke arah Jalan Bedeng.

Enam jam setelah aksi pengejaran, warga di RT 19 dikejutkan dengan ditemukannya satu ekor kambing yang mati kehabisan darah. Bahkan kondisi hewan ternak ini lebih mengenaskan dari penemuan sebelumnya.

Bagaimana tidak, dua bola mata kambing tersebut hilang seperti dicungkil. Lidah dan kuku hilang, seakan dicabut secara paksa.

Darah segar tampak memenuhi tubuh kambing, seolah kambing tersebut telah disiksa dengan sadis hingga tewas mengenaskan.

Kejadian tersebut baru diketahui warga sekitar pukul 08.00 Wita, saat pemilik kambing, Wakidi (55) memeriksa kandang dan bermaksud memberi makan kambing-kambinngya yang berada di dalam kandang.

“Sebelumnya sudah dua kambing saya yang mati, nah ini ada lagi. Saya kaget satu ekor kambing saya sudah mati tergeletak di dalam kandang,” kata Wakidi.

Kabar tewasnya kambing dengan cara tak wajar itupun segera merebak di lingkungan warga sekitar. Para pejabat desa dan dokter hewan sempat menyambangi kediaman Wakidi untuk melihat kondisi kambingnya.

“Dokter hewan juga tidak tahu penyebabnya. Kami ya tambah lebih bingung lagi,” tambahnya.

Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam mengaku kaget dengan kejadian tersebut kembali terjadi tiga hari berturut-turut. Padahal katanya, upaya peningkatan keamanan di wilayah yang diserang hewan misterius sudah ditingkatkan secara signifikan dalam beberapa hari ini.

”Ini benar-benar sangat membingungkan sebab tak ada penjelasan logis tentang hal ini. Namun demikian kami berharap ini bisa segera teratasi,” singkat Syamsu.


loading...