Mantap, Habib Rizieq Jelaskan Soal ‘Hijrah’ Ke Mekkah

Diposting pada

Dari Mekkah, imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab bicara soal hijrah ke Mekkah. Habib Rizieq mengatakan hijrah merupakan perintah Allah.

Mantap, Habib Rizieq Jelaskan Soal 'Hijrah' Ke Mekkah

Hijrah ini, kata Habib Rizieq, “terkait dengan cita-cita Indonesia berkah” tegasnya.

Menurut Habib Rizieq, untuk mencapai tujuan itu, banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Untuk menuju Indonesia berkah, pasti banyak tantangan, baik berupa ancaman teror dan intimidasi maupun fitnah dan caci maki ataupun pembunuhan, bahkan termasuk tantangan untuk dipenjara dan juga hijrah,” ujarnya, Sabtu (19/8/2017) waktu Mekkah Arab Saudi.

Ia menjelaskan, Hijrah merupakan perintah Allah dan sunnah Nabi-Nya. Bukan bermaksud sembunyi atau lari karena ketakutan, Namun untuk mengatur strategi demi bangkit kembali.

“Saudara, kita harus siap untuk melakukan hijrah ke mana saja dan jika kondisi menuntut kita untuk itu semua. Hijrah adalah perintah Ilahi, sunah Nabi, bernilai tinggi. Hijrah bukan sembunyi, bukan juga bukan lari, tapi untuk melindungi diri dan selamatkan negeri, untuk atur strategi dan untuk bangkit kembali. Insyaallah kemenangan akan kita raih kembali,” sambungnya.

Indonesia berkah yang dimaksudkan Rizieq adalah kondisi di mana semua pihak saling bekerja sama. Ulama, pejabat, rakyat, TNI dan Polri, pemodal, serta pekerja, sambung Rizieq, harus harmonis dan bekerja sama secara sinergis.

“Indonesia berkah adalah ulama harus arif dan istikamah, umara harus adil dan bijaksana. Konglomerat jangan kikir dan serakah. TNI dan Polri harus jadi pelindung bangsa dan negara. Prostitusi dan LGBT harus lenyap dan tiada. Khamar dan judi harus dibasmi dan musnah. Rakyat patuh terhadap ulama dan umara. Kalau bisa diwujudkan, itulah Indonesia berkah,” tutur Rizieq.

Selain berbicara masalah Hijrah, Habib Rizieq juga menyampaikan amanat soal perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Melalui HUT RI ke-72 sekaligus milad FPI ke-19, saya serukan keadaan seluruh bangsa dan rakyat untuk mengisi kemerdekaan dengan iman dan takwa. Tanpa iman dan takwa, tak ada arti kemerdekaan ini, kita tak pernah rasakan kemerdekaan sejati,” ungkapnya.

Menurut Habib Rizieq, kemerdekaan memiliki makna lepas dari penjajahan, perbudakan, penindasan, tekanan, termasuk kezaliman. Kemerdekaan saat ini, sambungnya, harus diwujudkan dengan pendidikan, jaminan kesehatan, setop kemaksiatan, serta mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

“Seiring pekik merdeka dan gema takbir, ayo kita panjatkan niat dan bulatkan tekad serta kobarkan semangat untuk menuju Indonesia berkah. Indonesia berkah adalah ulama harus arif dan istikamah, umara harus adil dan bijaksana, konglomerat jangan kikir dan serakah,” tandasnya.

Loading...