Jamaah Haji Suka Merokok, Arab Saudi Tegur Pemerintah Indonesia



Berita Haji - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan angka perokok di kalangan jamaah haji yang begitu tinggi.

Tak heran jika jumlah perokok pemula dan usia remaja 15-16 tahun terus bertambah. Hal ini dikarenakan para orang tua tidak memberi keteladanan kepada buah hatinya.

Jamaah Haji Suka Merokok, Arab Saudi Tegur Pemerintah Indonesia
Pemberangkatan Jemaah Haji


Padahal, rokok bisa menjadi penyebab berbagai penyakit salah satunya Penyakit Jantung Koroner (PJK), darah tinggi, gagal ginjal hingga kanker mematikan. Nila menyebutkan, angka yang begitu fantastis saat dia mendampingi senam jantung para calon jamaah haji.

"Bayangkan, jamaah haji itu saya dampingi senam jantung. Dari 10 orang laki-laki, 8 di antaranya merokok," ungkap Nila.

Perilaku itu tentu bisa menjadi masalah ketika di tanah suci. Nila mengatakan saat ini pemerintah Indonesia kerap mendapatkan teguran dari pihak Arab Saudi karena para jamaah hajinya gemar merokok.

"Yang dimarahin pemerintah Indonesia. Kenapa enggak dilarang merokok? Lho wong sudah disuruh enggak mau dengar," ungkapnya.

Apalagi para calon jamaah haji rata-rata berusia lansia. Sehingga mereka rentan terpapar risiko penyakit karena daya tahan fisik yang lemah di tengah cuaca panas di atas 40 derajat.

"Yang naik haji itu sebanyak 60 persen risiko sakit. Lansia paling banyak, rentan sekali," katanya.

Jumlah lansia di Indonesia mencapai 20 juta. Dan diprediksi akan meningkat dua kali lipat di tahun 2045.

"Mereka tak produktif apalagi jika tak jaga kesehatan. Lansianya sakit-sakitan. Umur 60 ada keluhan penyakit enggak? Mereka yang mengeluh lebih dari 50 persen," ungkap Nila.


Loading...